
FPK Resmi Terbentuk di 18 Kecamatan, Bupati Ardiansyah Buka Sarasehan Kebangsaan Kutim
SANGATTA – Langkah nyata dalam merawat keharmonisan masyarakat yang majemuk terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan dan Rakor (Forum Pembauran Kebangsaan) FPK di Hotel Royal Victoria, Senin (27/7/2026).
Momen ini terasa istimewa karena menjadi kegiatan perdana FPK Kutim setelah kepengurusan tingkat kecamatan berhasil terbentuk 100 persen di seluruh 18 kecamatan pada tahun 2026.
Bupati Ardiansyah mengapresiasi kondusivitas Kutim yang hingga kini bersih dari gesekan sosial antarsuku dan berharap harmoni tersebut terus terjaga.
“Kita bersyukur di Kutai Timur belum pernah ada gesekan antarsuku. Kalau pun ada perbedaan di tengah masyarakat, jangan sampai mencabik-cabik kebersamaan yang selama ini sudah terjalin,” tegas Bupati Ardiansyah.
Selain menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman turut menanggapi keluhan masyarakat terkait fenomena antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di SPBU wilayah Kutim.
Usai menghadiri acara Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Ardiansyah menjelaskan bahwa stok kuota BBM dari Pertamina sebenarnya mencukupi. Namun, lonjakan jumlah kendaraan serta kendaraan lintas daerah menjadi pemicu cepat habisnya pasokan di jam-jam tertentu.
Guna menjaga ketertiban, Pemkab Kutim bersama Satgas Pengawasan yang melibatkan Disperindag dan Kepolisian akan mengawal ketat distribusi BBM di lapangan.
“Kami minta masyarakat tetap bersabar dan tertib saat mengantre agar tidak memicu perselisihan di lapangan. Satgas akan terus mengawasi distribusi BBM agar berjalan sesuai ketentuan,” jelas Ardiansyah
![]()


Tinggalkan Balasan