Sabtu, 1 Agustus 2026

Magis Tari Topeng Ireng Hipnotis Ratusan Warga, Pemuda Rimba Kaliorang Konsisten Rawat Tradisi

KALIORANG – Lapangan Sepak Bola Bumi Jaya, Desa Bangun Jaya, mendadak bergemuruh pada Minggu (26/7/2026) malam. Hentakan gamelan dan gerakan energik nan magis dalam Pentas Seni dan Budaya Topeng Ireng Pemuda Rimba sukses menyedot perhatian ratusan warga dari SP 1 hingga SP 5 Kecamatan Kaliorang.

Dihelat secara gratis, pagelaran tahunan ini menghadirkan kolaborasi apik antara Paguyuban Pemuda Rimba pimpinan Zainal bersama grup kesenian Rampak Buto Manunggal dan Jaranan Putro Alap-Alap.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir membuka acara memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Pemuda Rimba dalam menjaga warisan tradisi sejak 2016.

“Setiap wilayah punya ciri khas budaya. Di Kutai Timur, kita tidak hanya menjaga budaya lokal, tetapi juga memberi ruang seluas-luasnya bagi keberagaman tradisi masyarakat untuk tampil dan tumbuh bersama,” puji Bupati Ardiansyah.

Pagelaran seni tidak hanya berfungsi sebagai panggung hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen efektif dalam mendongkrak perputaran ekonomi warga desa.

Ratusan warga yang memadati area pertunjukan turut menggerakkan lapak-lapak UMKM lokal yang menjajakan aneka kuliner dan produk kreatif di sekitar lokasi acara.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama Kepala Desa Bangun Jaya Supanjen sepakat bahwa kegiatan berbasis massa seperti ini memberikan multiplier effect yang nyata bagi pelaku usaha kecil.

“Agenda tahunan ini bukan sekadar hiburan. Saat warga keluar rumah untuk menonton, UMKM bergerak dan perputaran ekonomi terjadi. Seni dan budaya terbukti menjadi penggerak ekonomi kerakyatan,” tegas Bupati Ardiansyah.

Adapun tarian ini, buah kolaborasi memukau antara Pemuda Rimba dengan grup Rampak Buto Manunggal serta Jaranan Putro Alap-Alap.

Paguyuban Pemuda Rimba di bawah kepemimpinan Zainal secara konsisten menggelar hiburan budaya gratis bagi masyarakat Kaliorang selama satu dekade terakhir.

Kehadiran ratusan penonton dari SP 1 hingga SP 5 memicu transaksi ekonomi bagi para pedagang kuliner dan UMKM lokal di sekitar lapangan.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini