Sabtu, 1 Agustus 2026

Jadi Proyek Perubahan PKN II, Inovasi Pentas Kutim Kadinkes Didorong Jadi Percontohan Nasional

SANGATTA – Inovasi penanganan stunting di Kabupaten Kutai Timur, Pentas Kutim, resmi diluncurkan bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Program ini merupakan Aksi Perubahan karya Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II LAN RI.

Kadinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, memaparkan bahwa program ini dibangun di atas empat pilar utama untuk memastikan tidak ada ibu hamil atau balita yang luput dari pemantauan kesehatan.

Keempat pilar tersebut mencakup:

  1. Skrining Digital Serentak: Pemantauan tumbuh kembang anak secara real-time via aplikasi Dinkes yang melibatkan kader Posyandu, PAUD, hingga bidan mandiri.

  2. Pendampingan Bumil Spesifik: Pemeriksaan rutin oleh dokter spesialis Obgyn serta asupan mikronutrien (asam folat, kalsium, TTD).

  3. Intervensi Gizi Balita: Pemberian makanan tambahan berbasis protein hewani dan pangan lokal bagi anak berisiko stunting.

  4. Edukasi Pengasuhan: Edukasi masif seputar ASI eksklusif, MP-ASI berkualitas, imunisasi lengkap, dan suplementasi Taburia.

“Pentas Kutim mengombinasikan deteksi dini berbasis teknologi informasi, intervensi medis, pemenuhan gizi, hingga edukasi keluarga dari tingkat desa sampai kabupaten,” tegas dr. Yuwana.

Terobosan birokrasi ini menuai pujian langsung dari Kepala Puslatbang KMP LAN RI Makassar, H. Muhammad Aswad, yang hadir dalam acara peluncuran di Bukit Pelangi.

Aswad menilai dr. Yuwana berhasil membuktikan indikator kepemimpinan perubahan melalui inovasi yang berdampak nyata serta kemampuannya membangun kolaborasi lintas sektor.

“Kami sangat bangga. Keberhasilan aksi perubahan ini tidak hanya diukur dari peluncurannya, tetapi juga dari keberlanjutan implementasinya. Pentas Kutim punya potensi besar untuk direplikasi oleh daerah lain di Indonesia,” puji Muhammad Aswad.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini