
Bawa Pesan “Mendidik Tanpa Kekerasan”, Kak Seto Puji Langkah Pemkab Kutim Hadirkan Sekolah Ramah Anak
SANGATTA – Mengisi Talkshow “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah” pada HAN ke-42 Kutim, Kak Seto kembali mengingatkan para pejabat, pendidik, dan orang tua agar mengembalikan dunia anak sesuai porsi usianya.
Di hadapan ratusan orang tua dan pendidik, Kak Seto menegaskan bahwa pola didik modern wajib menjauhi pola kekerasan atau ancaman yang merusak mental anak.
“Mendidik anak tidak bisa dengan kekerasan. Anak butuh senyuman, didengarkan suaranya, dan diberi suasana belajar yang homey serta friendly. Sekolah dan rumah harus jadi tempat paling dirindukan,” jelas Kak Seto (25/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Kak Seto mengapresiasi terobosan Pemkab Kutim yang mencanangkan Wajib Belajar 13 Tahun, pembebasan biaya perlengkapan sekolah, hingga rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ramah anak di setiap kecamatan.
Selain itu, Kak Seto mengajak masyarakat menghidupkan kembali lagu-lagu anak yang edukatif agar anak-anak tidak terdistraksi oleh gaya hidup dewasa sebelum waktunya.
Meski kondisi kesehatannya belum pulih dan sempat mendapatkan perawatan medis berupa infus sebelum keberangkatan, psikolog anak senior ini tetap berdiri tegak mengedukasi ratusan peserta talkshow.
Aksi pantang menyerah Kak Seto menuai rasa haru dan hormat yang mendalam dari Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.
“Kami sangat berterima kasih dan menaruh rasa hormat setinggi-tingginya kepada Kak Seto. Walaupun sempat diinfus, semangat dan kecintaannya pada anak-anak membuat beliau tetap hadir. Ini pecutan semangat bagi kita semua untuk tidak lelah memperjuangkan hak anak,” puji Bupati Ardiansyah.
![]()


Tinggalkan Balasan