
Perkuat Karakter dan Toleransi, Program GCQ dan GCA di Kutim Perluas Jangkauan ke 38 Sekolah
SANGATTA – Pemkab Kutai Timur terus membuktikan komitmennya dalam membangun karakter siswa yang inklusif dan toleran melalui Gerakan Cinta Al-Qur’an (GCQ) dan Gerakan Cinta Alkitab (GCA).
Diinisiasi sejak 2024 di 8 sekolah, program pembinaan nilai keagamaan ini melonjak drastis pada 2025 dengan menjangkau 38 SD dan SMP negeri yang tersebar di wilayah utara dan selatan Kutim.
Pemerintah menegaskan program ini hadir adil bagi seluruh siswa.Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan, program ini bukan hanya untuk satu agama. Disdikbud Kutim menyiapkan Perbup untuk memperkuat Gerakan Cinta Al-Qur’an (GCQ) dan Gerakan Cinta Alkitab (GCA).
Pelaksanaan GCQ untuk siswa Muslim berjalan beriringan dengan GCA bagi siswa non-Muslim, sementara sekolah swasta diberikan kebebasan mengatur pembinaan mandiri.
Disdikbud Kutim kini tengah memetakan kebutuhan jumlah murid dan tenaga pengajar sebelum mengekspansi program pembentukan akhlak ini ke wilayah timur Kutim.
Adapun saat ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) sebagai landasan hukum kuat bagi pelaksanaan Gerakan Cinta Al-Qur’an (GCQ) dan Gerakan Cinta Alkitab (GCA) di sekolah negeri.
Mulyono, menyampaikan bahwa peralihan payung hukum dari yang sebelumnya sekadar Surat Keputusan (SK) Bupati menjadi Perbup sangat krusial untuk menjamin keberlanjutan program jangka panjang.
Regulasi baru ini akan mengatur tata kelola tenaga pengajar secara menyeluruh, mulai dari sistem rekrutmen, penempatan, hingga kepastian honorarium dan kesejahteraan guru pengajar GCQ maupun GCA.
“Perbup ini penting untuk memberikan kepastian hukum dan menjamin kesejahteraan para pengajar. Baik guru GCQ maupun GCA direkrut dengan mekanisme setara dan menerima honorarium dengan besaran yang sama,” tegas Mulyono.
![]()


Tinggalkan Balasan