Jumat, 24 Juli 2026

Pemkab Kutim Wajibkan Setiap Desa Memiliki PAUD demi Bentuk Karakter Anak

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mempertegas komitmennya dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program wajib pendidikan dasar 13 tahun yang dimulai sejak jenjang PAUD.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan kebijakan ini saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Sangatta Utara, Kamis (23/7/2026). Ia menekankan pentingnya membangun karakter dan kecerdasan anak sejak usia dini untuk memanfaatkan momentum bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

“Di Kutim, kita wajibkan setiap desa minimal memiliki satu PAUD. Pendidikan usia dini adalah fondasi utama membentuk karakter anak agar siap menghadapi perubahan zaman,” tegas Ardiansyah.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar sejak usia emas.

menilai keberadaan PAUD bukan sekadar tempat belajar mengenal huruf dan angka, tetapi menjadi ruang pertama bagi anak untuk belajar disiplin, berinteraksi, menghargai sesama, membangun rasa percaya diri, serta menanamkan nilai-nilai moral dan kebangsaan.

Indonesia saat ini berada pada momentum bonus demografi, ketika jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibanding usia nonproduktif. Menurutnya, kondisi tersebut hanya akan menjadi keuntungan apabila dipersiapkan melalui pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.

Sementara itu, Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kutim, Hj Siti Robiah, menyerukan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua dalam menerapkan pola asuh ramah anak tanpa kekerasan verbal.

“Saya mengajak seluruh orang tua dan guru untuk tidak membentak anak dalam proses mendidik mereka. Anak-anak belajar melalui kasih sayang, kesabaran, perhatian, dan keteladanan. Kata-kata yang baik akan membentuk kepercayaan diri mereka, sedangkan bentakan bisa meninggalkan luka yang memengaruhi perkembangan mental dan emosional anak,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh orang tua untuk mengawal tumbuh kembang anak dengan penuh cinta dan membangun kerja sama yang erat dengan guru agar pendidikan karakter dapat berjalan secara berkesinambungan, baik di rumah maupun di sekolah.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini