Kamis, 20 Agustus 2026

Geliat Ekonomi Kreatif di Festival UFAH 2026: Lapak Budaya Bu Long Tembus Omzet Rp 5 Juta Per Hari

KOMBENG — Kemeriahan Festival UFAH 2026 yang berlangsung di Taman Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, tak hanya menjadi panggung pelestarian seni dan tradisi Dayak, tetapi juga menjadi katalisator perputaran ekonomi warga lokal. Momentum pesta budaya ini dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM, salah satunya Bu Long, yang menjajakan ragam Pakaian Adat Dayak dan kerajinan tangan otentik.

Kehadiran ribuan pengunjung menjadi berkah tersendiri bagi Bu Long. Jika di hari biasa penjualan di rumah terbilang fluktuatif (sekitar Rp 1 juta per hari), antusiasme pengunjung festival mendongkrak penjualannya secara signifikan hingga menembus angka Rp 2 juta hingga Rp 5 juta dalam sehari.

Lapak Bu Long menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung karena menghadirkan ragam produk kriya dan wastra yang sarat akan identitas budaya diantaranya Baju Dayak Cawas dan rompi-rompi motif khas. Topi adat, kalung manik, hingga Senjata Tradisional Parang Baru Tas tradisional Anjat dan berbagai pilihan kriya anyaman lokal.

“Kalau waktu festival begini ramai yang beli. Kalau di rumah kadang-kadang ada, kadang tidak. Ini baru satu hari omzet bisa sampai Rp 5 juta,” ungkap Bu Long saat ditemui di lokasi festival, Minggu (9/8/2026).

Selama tiga hari pelaksanaan festival (9–11 Agustus 2026), para pedagang seperti Bu Long difasilitasi oleh panitia dengan biaya retribusi yang sangat terjangkau. Lokasi berjualan juga ditata secara strategis, termasuk memanfaatkan area di bawah kolong Lamin Aruq.

Fenomena ini membuktikan bahwa Festival UFAH 2026 berhasil mengintegrasikan dua fungsi utama yakni ;

  1. Fungsi Pelestarian: Menjadikan produk kriya dan busana adat sebagai sarana pengenalan budaya yang dapat dimiliki dan dibawa pulang oleh wisatawan.

  2. Fungsi Pemberdayaan: Menghidupkan denyut UMKM lokal dan memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk kerajinan tradisional Kutai Timur.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini