Kamis, 20 Agustus 2026

Pencegahan Keterlambatan Evakuasi: Dinkes Kutim Bekali Petugas Ambulans dan Puskesmas Penanganan Darurat Stroke

SANGATTA — Merespons tren kasus stroke yang cenderung meningkat dan mulai menyasar kelompok usia muda di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menggembleng kesiapan para petugas di garis terdepan. Pembekalan khusus diberikan kepada petugas Puskesmas, personel Public Safety Center (PSC 119), serta para pengemudi ambulans desa di seluruh wilayah Kutim, Senin (10/8/2026).

Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa kesalahan teknis pada penanganan awal dan proses evakuasi pasien dari rumah ke fasilitas kesehatan kerap menjadi pemicu fatal yang memperburuk kondisi otak pasien.

“Banyak kejadian stroke di rumah, cara mengangkatnya ternyata salah dan penanganan awalnya salah, sehingga justru memperberat kondisi pasien. Karena itu, petugas ambulans desa hingga PSC kami bekali penanganan pra-rumahsakit yang tepat,” ujar dr. Yuwana.

Stroke merupakan kondisi gawat darurat yang sangat bergantung pada kecepatan tindakan. Keterlambatan penanganan medis dapat mengakibatkan kecacatan permanen hingga kematian. Karena itu  pasien wajib mendapatkan intervensi medis dalam kurun waktu maksimal 6 jam sejak gejala pertama muncul. Selain itu fasilitas penunjang canggih yakni RSUD Kudungga Sangatta kini telah dilengkapi fasilitas penegak diagnosis modern seperti CT Scan dan MRI. Didukung oleh dua dokter spesialis bedah saraf, yaitu dr. Heru dan dr. Mirza, yang siap menangani kasus stroke berat hingga tindakan perdarahan otak.

Dinkes Kutim turut menyoroti pergeseran tren penderita stroke yang kini mulai marak ditemukan pada usia muda. Fenomena ini dipicu oleh perubahan pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi kolesterol serta maraknya kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula (kopi kekinian ber pemanis manis/susu).

Pola konsumsi ini memicu tingginya kasus diabetes melitus (kencing manis) yang jika tidak terdeteksi sejak dini akan berkomplikasi menjadi gagal ginjal hingga serangan stroke pembuluh darah otak.

Melalui penguatan kapasitas evakuasi petugas lapangan, optimalisasi Golden Period, dan kesiapan medis di RSUD Kudungga, Dinkes Kutim berkomitmen menekan angka fatalitas serta risiko kecacatan akibat stroke di Kutai Timur.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini