
Tak Sekadar Lomba 17-an, KNPI Kutim Ajak Anak Panti Rasakan Hangatnya Kemerdekaan
SANGATTA – Kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan panggung besar dan seremoni. Di Polder Ilham Maulana, Sangatta, Sabtu (22/8/2026), semangat kemerdekaan justru terasa lewat tawa anak-anak dan kepedulian para pemuda.
Sekitar 100 anak dari empat panti asuhan mengikuti kegiatan “Merdeka Berbagi, Merdeka Peduli” yang digelar DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Timur (Kutim) bersama DPK KNPI Sangatta Utara.
Kegiatan tersebut menghadirkan suasana berbeda. Anak-anak panti asuhan tidak hanya diajak mengikuti perlombaan khas Agustusan, tetapi juga menikmati ruang kebersamaan bersama pemuda, pemerintah, aparat, dan sejumlah pihak swasta yang ikut memberikan dukungan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan yang membuka acara mewakili Bupati Kutim. Turut hadir perwakilan Lanal, Polres Kutim, Ketua DPD KNPI Kutim Avivurahman Algazali, Bendahara Umum DPD KNPI Kutim Samsul Arif, serta Ketua DPK KNPI Sangatta Utara sekaligus ketua panitia, Al Hafidz Qadimul Aziz.
Al Hafidz Qadimul Aziz mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan semangat berbagi agar anak-anak panti asuhan dapat merasakan kegembiraan dalam momentum kemerdekaan.
Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati dengan mengenang perjuangan para pahlawan. Generasi saat ini harus mengisinya melalui tindakan yang memberikan manfaat kepada lingkungan dan masyarakat.
“Merdeka Berbagi, Merdeka Peduli menjadi pesan utama yang ingin kami bangun melalui kegiatan ini,” ujarnya.
Empat panti asuhan yang dilibatkan yakni Panti Asuhan Ar-Rahmah, Hidayatullah, Darusolleh, dan Nurul Ikhlas. Sekitar 100 anak mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang penuh hiburan dan kebersamaan.
Mulai dari lomba memasukkan air ke dalam botol hingga kuis pengetahuan umum. Gelak tawa dan antusiasme peserta menjadi warna tersendiri dalam perayaan tersebut.
Aziz berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini. Ia bahkan membayangkan “Merdeka Berbagi, Merdeka Peduli” ke depan bisa menjangkau lebih banyak anak.
“Harapannya kegiatan ini bisa dilakukan ulang dengan skala yang lebih besar. Pemerintah bisa mendukung dan jumlah anak yang berpartisipasi bisa meningkat dari 100 menjadi 1.000,” harapnya.
Menurutnya, semakin banyak pemuda yang terlibat, semakin luas pula manfaat sosial yang dapat diberikan.
Pemuda dan Pemerintah Bersatu
Sementara itu, Basuki Isnawan menilai kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana semangat kemerdekaan dapat diterjemahkan ke dalam aksi sosial.
Ia menegaskan bahwa Hari Kemerdekaan merupakan momentum yang menjadi milik seluruh masyarakat, termasuk anak-anak yang tinggal di panti asuhan.
“Hari kemerdekaan adalah milik kita semuanya,” ujarnya.
Basuki mengapresiasi KNPI yang telah menghadirkan ruang kebersamaan bagi anak-anak panti. Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif.
Ia pun berpesan agar generasi muda terus belajar, bersyukur dan mengembangkan kemampuan masing-masing.
“Isi kemerdekaan dengan bersyukur, belajar giat dan rajin untuk berprestasi, serta berprestasi di berbagai bidang,” pesannya.
Semarak kegiatan juga tidak lepas dari dukungan sejumlah sponsor, di antaranya PT Arus, Toko Sinar Bencana, Yara Beauty, Abang Al Group, PT MKS, AQA, MR, Milvi, Fico, Toko Favorit, YY, dan Acim.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap anak-anak dapat tumbuh ketika berbagai elemen bersedia bergerak bersama.
Di tengah perlombaan sederhana dan keceriaan anak-anak, kegiatan tersebut membawa pesan yang lebih luas: kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk merasakan kebahagiaan, diperhatikan, dan tumbuh dengan percaya diri.
![]()


Tinggalkan Balasan