Jumat, 28 Agustus 2026

Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi, Bupati Kutim Raih Koperasi Awards 2026

AKARTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat ekonomi kerakyatan mendapat apresiasi di tingkat nasional. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman meraih Koperasi Awards 2026 Nayaka Mahambara kategori Pejabat Negara.

Penghargaan tersebut diterima Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kutim Marhadyn yang mewakili Bupati Ardiansyah dalam malam penganugerahan di Caroline Astor Ballroom, Hotel The St Regis, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto.

Marhadyn menyebut penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Bupati Ardiansyah dalam mendorong koperasi sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi daerah.

“Alhamdulillah wa syukrulillah, Bapak Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mendapatkan penghargaan tertinggi bagi tokoh-tokoh di pemerintahan pejabat negara dalam memberikan bakti dan usaha untuk memajukan koperasi,” ujar Marhadyn.

Menurut Marhadyn, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni. Kebijakan Pemkab Kutim dinilai telah diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang lebih kuat dan tidak hanya bertumpu pada sektor ekstraktif.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pemkab Kutim mencatat sekitar 20.000 UMKM menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.

Penguatan juga dilakukan melalui sektor perkebunan. Sebanyak 21 koperasi sawit mandiri telah memiliki sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), yang menjadi bagian dari upaya mendorong tata kelola perkebunan sawit yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, Pemkab Kutim mendorong operasionalisasi Koperasi Dana Mitra Pangan (KDMP) sebagai salah satu penopang sektor pertanian, termasuk dalam mendukung hasil produksi dan penyediaan pupuk bagi masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami di Kutai Timur untuk terus mengimplementasikan visi Bupati dalam memperkuat kekuatan ekonomi berbasis kerakyatan,” kata Marhadyn.

Ia menegaskan, koperasi diharapkan tidak berhenti sebagai lembaga ekonomi formal, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat dan mampu memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan warga.

Raihan Koperasi Awards 2026 sekaligus menjadi momentum bagi Pemkab Kutim untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah. Dengan menghubungkan koperasi, UMKM, pertanian dan perkebunan, pemerintah daerah berharap fondasi ekonomi masyarakat semakin mandiri dan memiliki daya saing.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini