Jumat, 28 Agustus 2026

Bukan Sekadar Ruang Buku, Dispusip Kutim Dorong Perpustakaan Naik Kelas Lewat Akreditasi

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong perpustakaan sekolah, desa, dan kecamatan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan melalui program akreditasi. Langkah tersebut dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutim lewat Sosialisasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026 di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim, beberapa waktu lalu.

Kegiatan selama dua hari, 19–20 Agustus 2026, itu menjadi upaya Pemkab Kutim memperkuat standar layanan perpustakaan sekaligus membangun budaya literasi masyarakat.

Plt Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim, Ade Achmad Yulkafilah, mengatakan akreditasi tidak seharusnya hanya dipandang sebagai upaya mengejar predikat atau penilaian.

“Akreditasi jangan dipandang hanya sebagai proses penilaian untuk memperoleh predikat, tetapi menjadi sarana evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar layanan perpustakaan semakin berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, perpustakaan memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pengelolaannya perlu dilakukan secara profesional dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Kepala Dispusip Kutim M Ayub melalui Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pemberdayaan Kegemaran Membaca, Muhammad Junaid, menjelaskan hari pertama sosialisasi diikuti pengelola perpustakaan sekolah. Sedangkan hari kedua diperuntukkan bagi perpustakaan desa dan kecamatan.

Sebanyak 20 perpustakaan kecamatan dan desa mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah peserta sengaja dibatasi agar pendampingan dan diskusi mengenai standar nasional perpustakaan dapat berjalan lebih efektif.

Selain mendorong akreditasi, Dispusip Kutim juga menyiapkan sejumlah agenda untuk menggairahkan budaya membaca. Sepanjang 2026, berbagai kegiatan telah dan akan digelar, mulai dari lomba bertutur tingkat SD, pembinaan perpustakaan, hingga program Dongeng 1.000 Anak, lomba mewarnai, menggambar, cipta puisi dan Anugerah Literasi Kutai Timur.

Anugerah Literasi dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 bertepatan dengan peringatan HUT Kutai Timur. Ajang tersebut akan menjadi ruang apresiasi bagi tokoh dan penggiat literasi serta para pemenang berbagai lomba.

Dalam sosialisasi ini, peserta juga mendapat pembekalan mengenai mekanisme akreditasi dan standar nasional perpustakaan dari narasumber Dispusip Provinsi Kaltim serta Perpustakaan Universitas Mulawarman.

Melalui penguatan akreditasi, Pemkab Kutim berharap perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan buku, tetapi berkembang menjadi ruang belajar, pusat informasi, dan penggerak budaya literasi hingga ke desa-desa dan kecamatan.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini