Jumat, 28 Agustus 2026

297 Guru Kutim Raih Gelar Magister Pendidikan Inklusi, Bekal Baru untuk Sekolah Ramah Anak

OGYAKARTA – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meningkatkan kualitas tenaga pendidik kembali membuahkan hasil. Sebanyak 297 guru Kutim berhasil menyelesaikan pendidikan magister (S2) Pendidikan Inklusi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIMED).

Para guru tersebut mengikuti Wisuda UNY Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di GOR UNY, Jalan Colombo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/8/2026). Prosesi tersebut turut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama istrinya, Siti Robiah.

Kehadiran Bupati menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap perjuangan para guru menyelesaikan pendidikan sekaligus komitmen memperkuat kompetensi tenaga pendidik di Kutim.

Ardiansyah mengatakan, gelar magister yang diraih para guru bukan sekadar pencapaian akademik. Ilmu yang diperoleh diharapkan benar-benar dibawa kembali ke sekolah dan memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati dari Kutim. Semoga ilmu yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di UNY dapat memberikan manfaat dan semakin memperkuat kualitas pendidikan di Kutim,” ujar Ardiansyah.

Menurut Ardiansyah, peningkatan kompetensi guru di bidang pendidikan inklusi menjadi investasi penting bagi masa depan pendidikan Kutim. Dengan semakin banyaknya tenaga pendidik yang memiliki keahlian tersebut, sekolah diharapkan lebih siap memberikan layanan kepada peserta didik dengan beragam karakteristik dan kebutuhan.

Terutama bagi anak berkebutuhan khusus, layanan pendidikan harus diberikan secara lebih tepat dan tidak diskriminatif. Guru yang memiliki pemahaman pendidikan inklusi diharapkan mampu menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan potensi masing-masing peserta didik.

“Kita berharap kualitas layanan pendidikan inklusif di Kutim terus meningkat. Anak-anak berkebutuhan khusus harus mendapatkan layanan pendidikan yang semakin baik, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Mulyono menjelaskan, 297 guru yang diwisuda merupakan peserta angkatan kedua program kerja sama Pemkab Kutim dengan UNY melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program tersebut telah dimulai sejak 2024. Pada angkatan pertama, sebanyak 191 guru mengikuti pendidikan S2 Pendidikan Inklusi di UNY dan seluruhnya berhasil menyelesaikan studi serta diwisuda pada 2025.

“Angkatan pertama yang kita mulai sejak tahun 2024 itu kita kuliahkan sebanyak 191 orang dan alhamdulillah semuanya lulus 100 persen di tahun 2025,” kata Mulyono.

Program kemudian berlanjut pada 2025 dengan mengikutsertakan 300 tenaga pendidik. Namun, hanya 297 orang yang dapat mengikuti wisuda tahun ini.

Mulyono menyebut terdapat tiga peserta yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan. Satu peserta meninggal dunia, satu lainnya terkendala kondisi kesehatan, sedangkan satu peserta menghadapi persoalan lain yang menyebabkan studinya tidak dapat diselesaikan.

“Jadi ada tiga orang yang tidak ikut wisuda, sehingga yang diwisuda hari ini sebanyak 297 orang,” jelasnya.

Dengan tambahan 297 lulusan tersebut, Kutim kini memiliki semakin banyak guru dengan kualifikasi akademik dan kompetensi khusus di bidang pendidikan inklusi.

Pemerintah daerah berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi menjadi penggerak perubahan di sekolah masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan diharapkan diterapkan dalam proses belajar mengajar, pengelolaan kelas, serta pendampingan peserta didik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang Pemkab Kutim dalam membangun sumber daya manusia sekaligus memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan yang berkualitas, termasuk mereka yang membutuhkan layanan pendidikan khusus.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini