Selasa, 25 Agustus 2026

Beasiswa Kutim 2026 Dibidik untuk 1.000 Pelajar, Anggaran Jadi Tantangan

SANGATTA – Peluang pelajar Kutai Timur (Kutim) mendapatkan bantuan pendidikan kembali dibuka. Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim menargetkan 1.000 penerima beasiswa pada 2026, yang akan tersebar di 18 kecamatan dan 62 SMA sederajat.

Kepala Bagian Kesra Setkab Kutim Norhadi mengatakan, target tersebut disusun menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Jika dibagi rata, rata-rata sekitar 15 pelajar dari setiap sekolah berpeluang menerima beasiswa.

“Target kita tahun ini sekitar 1.000 orang penerima beasiswa yang tersebar di 18 kecamatan dan 62 SMA sederajat,” ujar Norhadi saat sosialisasi program beasiswa di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Kamis (20/8/2026).

Meski sosialisasi dipusatkan di Kutim karena keterbatasan anggaran, antusiasme sekolah tetap tinggi. Bahkan perwakilan dari kecamatan yang jauh seperti Busang dan Sandaran turut hadir untuk mengetahui mekanisme program.

Namun, di balik target 1.000 penerima, anggaran menjadi tantangan utama. Kesra mencatat kuota Beasiswa Kutim Tuntas tahun ini turun cukup signifikan. Jika tahun sebelumnya penerimanya lebih dari 300 orang, pada 2026 hanya dialokasikan sekitar 100 penerima.

“Memang ada penurunan anggaran. Tahun lalu Beasiswa Kutim Tuntas itu penerimanya lebih dari 300 orang, sementara tahun ini hanya sekitar 100 orang,” jelasnya.

Kesra pun masih berupaya mendorong penguatan kembali anggaran beasiswa. Jika dukungan anggaran meningkat, proses seleksi dapat kembali menggunakan sistem pemeringkatan yang telah tersedia.

Tak hanya pelajar umum, Kesra memastikan anggota Paskibraka Kutim tetap mendapat perhatian. Mereka dinilai layak diapresiasi karena telah mengharumkan nama daerah.

“Untuk Paskibraka, itu wajib kita akomodir,” tegas Norhadi.

Selain beasiswa pelajar, dukungan pendidikan juga diarahkan untuk peningkatan kompetensi guru dan bidan. Program tersebut diharapkan ikut memperkuat kualitas sumber daya manusia Kutim.

Dengan sasaran yang menjangkau seluruh kecamatan, Kesra berharap program beasiswa 2026 dapat menjadi jembatan agar keterbatasan ekonomi tidak memutus langkah generasi muda Kutim mengejar pendidikan.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini