Senin, 24 Agustus 2026

Latihan Paskibraka Kutim Dipangkas, Tapi Kibaran Merah Putih Tetap Sempurna

SANGATTA— Waktu persiapan lebih singkat tak membuat langkah 36 anggota Paskibraka Kutai Timur (Kutim) goyah.

Mereka tetap mampu menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih dengan lancar pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Bukit Pelangi, Senin (17/8/2026).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim, Tejo Yuwono, mengapresiasi penampilan para pelajar tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan upacara berjalan sangat lancar. Terlihat dari gambaran saat pengibaran, tidak ada kendala,” ujar Tejo seusai upacara.

Di balik penampilan tersebut, ternyata para Paskibraka Kutim menghadapi tantangan tersendiri.

Masa Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) tahun ini dipangkas akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Jika biasanya berlangsung sekitar tiga minggu, latihan tahun ini hanya digelar selama dua minggu, sejak 29 Juli hingga 16 Agustus 2026.

Kesbangpol pun harus memutar strategi agar waktu yang lebih pendek tidak mengurangi kesiapan para anggota.

Materi latihan yang dinilai kurang efektif dipangkas, sementara latihan inti tetap dipertahankan secara maksimal.

“Kuncinya adalah fokus pada materi latihan. Materi yang dianggap kurang efektif kita kurangi, namun materi yang substantif tidak kita kurangi sama sekali,” jelas Tejo.

Hasilnya terlihat di lapangan. Barisan Paskibraka mampu menjalankan tugas tanpa kendala berarti di hadapan jajaran pemerintah daerah, Forkopimda dan masyarakat.

Bagi Tejo, capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu tidak selalu menjadi penghalang jika persiapan dilakukan secara fokus dan terarah.

Ia berharap semangat yang sama juga menjadi gambaran bagi pembangunan Kutim ke depan.

Menurutnya, daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga penggunaan media sosial yang dinilai perlu disikapi secara lebih bijak.

“Perlu kerja sama yang luar biasa agar pembangunan di Kutim berjalan lancar,” pungkasnya.

Kini, setelah sukses menjalankan tugas di momen bersejarah kemerdekaan, para anggota Paskibraka Kutim tak hanya meninggalkan jejak di lapangan upacara.

Mereka juga membuktikan satu hal: latihan boleh lebih singkat, tetapi semangat dan disiplin tak boleh ikut dipangkas.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini