
Blank Spot Jadi PR, Telkomsel Siapkan Penguatan Jaringan di Kutim
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Telkom Group mulai memetakan wilayah yang masih kesulitan mendapatkan sinyal telekomunikasi. Penguatan jaringan menjadi perhatian karena konektivitas kini semakin menentukan kelancaran pelayanan publik dan aktivitas masyarakat.
Hal itu dibahas dalam audiensi manajemen Telkom dan Telkomsel bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman serta Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar Hamonangan Siburian.
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut ialah sejumlah wilayah yang masih masuk kategori blank spot. Di antaranya Desa Himba Lestari, Pulau Miang, dan Long Pejeng. Desa Benua Harapan juga menjadi lokasi yang akan kembali dikaji kondisi serta kebutuhan penguatan jaringannya.
Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar mengatakan pemetaan menjadi langkah awal untuk menentukan kebutuhan infrastruktur di setiap titik.
Data tersebut nantinya akan diselaraskan dengan rencana pengembangan jaringan Telkom maupun Telkomsel sehingga penanganan wilayah tanpa konektivitas dapat dilakukan lebih terarah.
Di sisi lain, Telkomsel menyebut jaringan 4G saat ini telah menjangkau 18 kecamatan di Kutim dengan hampir 300 tower. Namun, luas wilayah dan kondisi geografis masih menjadi tantangan dalam menjaga kualitas jaringan.
Manager Network Operation Telkomsel, Zulkifli, mengatakan salah satu kendala yang masih dihadapi ialah gangguan atau putusnya jaringan fiber optik.
Selain itu, sekitar 15 persen site yang ada disebut belum memperoleh dukungan jaringan listrik PLN. Kondisi tersebut turut memengaruhi reliabilitas layanan di sejumlah lokasi.
Persoalan konektivitas juga tidak hanya berkaitan dengan pembangunan tower baru. Keandalan jaringan yang telah tersedia menjadi perhatian melalui pemeliharaan infrastruktur dan pengamanan jalur fiber optik.
Sementara itu, General Manager Telkom Kaltimtara Khaidar Subhan Rahman menjelaskan evaluasi layanan juga dilakukan melalui post implementation review (PIR). Evaluasi tersebut bertujuan memastikan layanan yang telah diberikan berjalan sesuai kebutuhan sekaligus memenuhi aspek administrasi dan akuntabilitas.
Telkom juga menyiapkan langkah peningkatan kapasitas apabila utilisasi bandwidth telah melewati 80 persen. Rencana pengembangan infrastruktur turut mencakup jalur baru sekitar 1.255 meter di kawasan Jalan Pendidikan dan Jalan Soekarno-Hatta.
Bagi Bupati Ardiansyah, penguatan konektivitas tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan pembangunan Kutim. Pemerintah membutuhkan jaringan yang stabil untuk pelayanan pemerintahan, sementara masyarakat juga semakin bergantung pada akses internet dalam aktivitas sehari-hari.
Karena itu, kolaborasi dengan penyedia layanan telekomunikasi dinilai penting untuk mempersempit kesenjangan digital, terutama di wilayah yang masih sulit terjangkau jaringan.
Pertemuan tersebut sekaligus membahas pengembangan layanan digital, peningkatan reliabilitas jaringan, program CSR hingga evaluasi layanan yang selama ini digunakan Pemkab Kutim.
Dengan pemetaan blank spot dan evaluasi kualitas jaringan secara berkala, Pemkab Kutim berharap titik-titik yang masih terisolasi dari konektivitas dapat ditangani secara bertahap.
![]()


Tinggalkan Balasan