Senin, 24 Agustus 2026

36 Putra-Putri Terbaik Kutim Resmi Dikukuhkan, Besok Jadi Garda Merah Putih di HUT ke-81 RI

SANGATTA – Sebanyak 36 pelajar terbaik Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi menyandang amanah sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Pengukuhan dilakukan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Minggu (16/8/2026) pagi.

Pengukuhan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembinaan sekaligus dimulainya tugas besar bagi para pelajar terpilih. Sehari setelah dikukuhkan, mereka akan berdiri dalam satu barisan untuk mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Suasana haru terasa dalam prosesi tersebut. Para orang tua yang hadir menyaksikan langsung putra-putri mereka dikukuhkan tampak larut dalam kebanggaan. Di hadapan mereka, anak-anak yang selama ini menjalani latihan disiplin kini resmi memikul tanggung jawab membawa nama Kutai Timur dalam momentum sakral peringatan kemerdekaan.

Turut hadir menyaksikan prosesi tersebut Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, serta keluarga para Paskibraka.

Prosesi berlangsung khidmat. Rangkaian diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Bupati Kutim tentang penetapan anggota Paskibraka Tahun 2026. Setelah itu dilanjutkan dengan pengucapan ikrar, pemasangan kendit secara simbolis kepada perwakilan Paskibraka, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya hingga foto bersama.

Bagi 36 pelajar tersebut, pengukuhan bukan sekadar seremoni. Di balik seragam yang dikenakan terdapat tanggung jawab untuk menjaga kehormatan Merah Putih sekaligus menunjukkan kedisiplinan, kekompakan dan karakter generasi muda Kutim.

Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim, Hapiah, mengatakan seluruh anggota Paskibraka merupakan hasil proses seleksi yang ketat.

Menurutnya, terpilih sebagai Paskibraka merupakan kehormatan sekaligus amanah besar. Para anggota tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas secara teknis, tetapi juga memiliki sikap disiplin, tanggung jawab dan semangat kebangsaan.

Penetapan 36 anggota Paskibraka tersebut tertuang dalam SK Bupati Kutim Nomor 200/K.260/2026 tertanggal 29 Juli 2026.

Komposisi Paskibraka Kutim 2026 terdiri dari 18 putra dan 18 putri yang berasal dari berbagai sekolah di sejumlah kecamatan.

Dari kelompok putra, mereka yakni Geno Okteofandi (SMKN 1 Kongbeng); Yefan Ferdiansyah, Bambang Sulaiman, Jordy, Matthew Alin Grifith, Hakim Pratama, dan Abraham Situmorang (SMKN 2 Sangatta Utara); Akhmad Annur, Muhammad Alfajar Firmansyah, dan Muhammad Zoevan Ramadhan (SMAN 1 Sangatta Utara); Muhammad Zidane Al Khairi dan Tristan Onesiumus (SMAN 2 Sangatta Utara).

Selanjutnya Marten Ozi Fery Febrian Wejaya (SMAN 1 Muara Wahau), Rinto Bagus Aditia (SMAN 1 Batu Ampar), Melki Mika Aprilianto Waang (SMAN 1 Rantau Pulung), Perdiansyah (SMKN 1 Karangan), serta Oktavianus (SMAN 2 Busang).

Sementara kelompok putri terdiri atas Faula Nur Warohmah (SMAN 1 Muara Ancalong); Rona Tio Virlia Napitupulu, Aurel Dendang, Valencia Abigael, Afriscah Luna Sailo, Vhanessa Racha Aprilia, dan Hilary Sela Cristiani Manullang (SMAN 2 Sangatta Utara); Firdha Fatharani Yulidar (SMAN 1 Bengalon); serta Hernawati (SMKN 1 Kongbeng).

Berikutnya Raissa An’nur Aqila, Sekar Arum Siliwangi Yulianto, dan Nikita Orline Andhyni (SMA Prima YPPSB); Keylila Aira Alfarizzi dan Febrianty Marsya Bulan (SMAN 1 Sangatta Utara); Novita (SMAN 1 Sangatta Selatan); Sidung Wana (SMAN 1 Muara Wahau); serta Ana Mariana (SMKN 1 Muara Wahau).

Keberagaman asal sekolah dan kecamatan tersebut menjadi gambaran bahwa Paskibraka Kutim merupakan representasi pelajar dari berbagai penjuru daerah. Mereka datang dari latar berbeda, tetapi ditempa menjadi satu pasukan dengan satu tugas dan satu tujuan: mengibarkan Merah Putih dengan sempurna.

Kini seluruh tahapan utama telah dilalui. Seleksi, pendidikan, pelatihan hingga pengukuhan telah menjadi bekal bagi 36 anggota Paskibraka untuk menghadapi tugas sebenarnya.

Tantangan berikutnya berlangsung di hadapan masyarakat Kutim. Ketepatan langkah, kekompakan barisan, keteguhan mental dan konsentrasi akan menjadi penentu keberhasilan mereka saat menjalankan prosesi pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih.

Karena itu, para Paskibraka diharapkan menjaga kesehatan, stamina dan fokus hingga hari pelaksanaan. Sebab, amanah yang mereka emban bukan sekadar mengibarkan selembar kain berwarna merah dan putih, melainkan menjaga simbol kehormatan bangsa dalam momentum 81 tahun Indonesia merdeka.

Besok, 36 pelajar ini tak lagi sekadar menjadi siswa dari sekolah masing-masing. Mereka akan berdiri sebagai satu kesatuan Paskibraka Kutai Timur—menjadi garda Merah Putih di hadapan seluruh masyarakat yang memperingati kemerdekaan Republik Indonesia.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini