
Bendera Merah Putih Berkibar di Langit Sangatta, Paramotor FASI Kutim Bikin HUT ke-81 RI Makin Spektakuler
SANGATTA — Jika biasanya semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dipusatkan di daratan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadirkan pemandangan berbeda. Langit Sangatta ikut menjadi panggung perayaan ketika aksi paramotor FASI Kutim melintas di atas Lapangan Kantor Bupati Kutim, Senin (17/8/2026).
Aksi dirgantara tersebut dilakukan atlet sekaligus pilot paramotor Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) Kutim, Heriansyah Masdar, bersama navigator Muhammad Rifki. Keduanya menghadirkan atraksi yang sontak menarik perhatian peserta upacara, pejabat daerah hingga masyarakat yang berada di sekitar kawasan perkantoran Bukit Pelangi.
Aksi dimulai setelah prosesi pengibaran Sang Merah Putih. Heriansyah terlebih dahulu melakukan take-off dari Lapangan Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutim. Dari sana, paramotor bergerak menuju kawasan Kantor Bupati Kutim.
Saat tiba di atas lokasi upacara, paramotor kemudian melakukan sejumlah manuver selama kurang lebih satu jam. Dari ketinggian, Heriansyah membawa dan mengibarkan Bendera Merah Putih serta bendera Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Pemandangan tersebut menjadi salah satu atraksi yang paling mencuri perhatian dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Suara mesin paramotor terdengar di antara suasana upacara, sementara masyarakat spontan mengarahkan kamera ponsel ke langit untuk mengabadikan momen tersebut.
Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias setiap kali paramotor melintas di atas kawasan lapangan. Bendera yang berkibar di udara seolah menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan dapat diekspresikan melalui berbagai cara, termasuk lewat olahraga dirgantara.
Di balik aksi yang terlihat mulus, persiapan Heriansyah dan tim ternyata dilakukan dalam waktu relatif singkat. Latihan intensif baru dilakukan beberapa hari menjelang pelaksanaan.
Heriansyah mengatakan latihan dilakukan sejak Jumat (14/8/2026), atau hanya tiga hari sebelum pelaksanaan atraksi.
“Kami latihan pada Jumat (14/8/2026) sebelum hari H. Kami intensifkan latihan penuh sesuai prosedur,” ujarnya usai melakukan penerbangan.
Persiapan tersebut menjadi penting karena olahraga paramotor sangat bergantung pada kondisi cuaca dan arah angin. Kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu tantangan yang harus diperhitungkan sebelum penerbangan.
Menurut Heriansyah, kondisi angin yang terjadi turut memberikan tantangan selama aksi. Namun, situasi tersebut dihadapi dengan tetap mengutamakan prosedur dan ketenangan.
“Tapi kami lakukan tetap tenang dan tidak panik.”
Bagi Heriansyah, atraksi pada momentum HUT ke-81 RI bukan semata-mata pertunjukan untuk menghibur masyarakat. Ada pesan kebangsaan yang ingin disampaikan melalui olahraga kedirgantaraan.
Ia berharap kehadiran paramotor dalam perayaan kemerdekaan dapat semakin memperkenalkan olahraga udara kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Saya berharap, atraksi semacam ini mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga udara sekaligus memotivasi masyarakat untuk terus berkontribusi positif bagi daerah dan negara.”
Aksi tersebut pun berlangsung sukses tanpa kendala berarti. Setelah kurang lebih satu jam menghiasi langit Sangatta, paramotor mengakhiri penerbangannya dengan aman.
Momentum itu sekaligus memperlihatkan wajah lain perayaan kemerdekaan di Kutim. Jika di lapangan para peserta berdiri tegak dalam barisan, di udara Merah Putih berkibar membawa pesan yang sama: kemerdekaan harus terus diisi dengan keberanian, prestasi dan kontribusi bagi negeri.
Dari daratan hingga angkasa, semangat HUT ke-81 Republik Indonesia akhirnya berpadu menjadi satu perayaan yang tak hanya meriah, tetapi juga meninggalkan pemandangan yang sulit dilupakan masyarakat Sangatta.
![]()


Tinggalkan Balasan