
Ritual Penyiapan Pemimpin Masa Depan: 5 Bayi Laki-Laki Jadi Pusat Prosesi Adat Ufah di Miau Baru
KOMBENG — Keheningan dan kesakralan melingkupi Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, saat prosesi adat Ufah digelar dalam rangkaian Festival UFAH 2026, Minggu (9/8/2026). Ritual adat khas Dayak Kayan ini menarik perhatian publik lantaran secara khusus melibatkan lima bayi laki-laki sebagai simbol sentral pelaksanaan tradisi leluhur tersebut.
Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, mengungkapkan kekagumannya setelah memahami secara mendalam makna filosofis di balik keterlibatan anak-anak balita dalam tradisi kuno ini.
“Saya baru hari ini paham dari penjelasan Ketua Adat Kayan Kaltim-Kaltara, ternyata Ufah itu adalah ritual untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin masa depan,” ujar Ardiansyah saat memberikan sambutan.
Ketua Umum Persekutuan Dayak Kayan Kaltim-Kaltara, Tan Irang, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian tradisi Ufah agar identitas serta benteng moral masyarakat Dayak Kayan tidak tergerus arus zaman, dengan menanamkan nilai kepemimpinan, keberanian, dan tanggung jawab sosial sejak usia bayi.
Upacara ini menjadi momentum memperkuat persatuan, persaudaraan, dan keharmonisan hidup berdampingan antar-etnis di Kutai Timur. Serta menjadikan adat sebagai fondasi karakter manusia dalam mendukung pembangunan daerah.
“Jaga, pelihara, dan lestarikan adat istiadat serta seni budaya warisan leluhur kita. Perkuat persatuan dan rasa kekeluargaan di mana pun kita berada,” pesan Tan Irang.
Sebelum ritual adat dimulai, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah secara khusus menyapa dan memberikan doa restu kepada kelima bayi peserta prosesi. “Sehat-sehat dan semoga menjadi calon pemimpin yang baik ya,” tutur Robiah hangat.
Selain ritual Ufah, perhelatan budaya ini makin semarak dengan pementasan sembilan tarian otentik Dayak Kayan Umaq Lekan. Rangkaian festival ini membuktikan bahwa adat istiadat tidak sekadar peninggalan masa lalu, melainkan instrumen hidup yang terus mewariskan nilai-nilai kepemimpinan dan kebersamaan kepada generasi penerus.
![]()


Tinggalkan Balasan