
Pesta Rakyat Sungai Bahau: Lomba Perahu Tradisional Raksa Semarakkan Festival UFAH 2026
KOMBENG — Aliran Sungai Bahau di Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, menjadi saksi ketangkasan dan kekompakan warga dalam membelah riak air. Dalam rangkaian Festival UFAH 2026, ajang Lomba Perahu Tradisional edisi ketiga sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata, termasuk Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, serta Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Minggu (9/8/2026).
Lomba perahu ini bukan sekadar adu kecepatan, melainkan ekspresi kearifan lokal masyarakat Dayak dalam membuat, merawat, dan mengendalikan perahu tradisional raksasa yang menjadi sarana transportasi penting sejak zaman leluhur.
Camat Kombeng, Petrus Ivung, menjelaskan bahwa lomba perahu tradisional dalam Festival UFAH tahun ini memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri dari segi teknis pembuatan dan kondisi lapangan. Perahu dibuat secara otentik oleh warga RT 1, RT 3, dan RT 7 dengan panjang mencapai lebih dari 20 meter. Satu perahu sanggup menampung sedikitnya 29 hingga puluhan orang pendayung.
Mengingat lomba digelar di musim kemarau, panitia dan peserta harus melakukan penyesuaian teknis untuk menghindari tunggul kayu di sungai, termasuk menghanyutkan perahu hingga 300 meter ke hilir sebelum siap berlaga.
“Festival UFAH ini rohnya adalah pelestarian budaya. Jadi, lomba yang dihadirkan murni permainan dan olahraga tradisional masyarakat, berbeda dengan olahraga modern seperti bola voli atau sepak bola,” jelas Petrus Ivung.
Penyelenggaraan Festival UFAH 2026 yang berlangsung hingga 12 Agustus 2026 ini memadukan tiga momentum penting sekaligus: Pelestarian Budaya Tradisional, Pesta Panen Rakyat, serta Peringatan HUT Desa Miau Baru.
Pusat kegiatan dipusatkan di Taman Desa serta kawasan ikonik Lamin Aruq, menjadikannya sebagai ruang perjumpaan inklusif antara tokoh adat, generasi muda, dan pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya di tepi Sungai Bahau agar tak tergerus zaman.
![]()


Tinggalkan Balasan