
MYC Bertahap Demi Masa Depan Kutim: Komitmen Ardiansyah Menjaga Irama Pembangunan
Infokaltim.com, Sangatta – Pada Jumat pagi yang teduh di Sangatta, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, duduk di balik meja kerjanya dengan berkas-berkas anggaran menumpuk di sisi kiri. Di ruang yang sesekali diselimuti aroma kopi hangat, ia berbicara pelan namun tegas tentang satu hal yang kini menjadi perhatian utama pemerintah daerah: pelaksanaan Multi Years Contract (MYC) yang harus berjalan bertahap.
Bagi Ardiansyah, MYC bukan sekadar strategi pembangunan. Ia adalah cara menjaga keseimbangan antara kebutuhan infrastruktur yang mendesak dan pelayanan masyarakat yang tidak boleh terganggu. “MYC harus bertahap agar program penting seperti pendidikan, kesehatan, dan layanan publik tidak terganggu,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan daerah Kutim naik-turun seiring dinamika industri dan kebijakan nasional. Kondisi ini membuat pemerintah perlu berhitung cermat. Ardiansyah sadar, sebuah proyek besar yang dipaksakan dalam satu waktu bisa menjadi beban berat.
“Kalau semua dipaksakan dalam satu siklus tiga tahun, anggaran bisa terkunci,” katanya sambil mengetuk meja ringan, menandai pentingnya ruang fiskal tetap tersedia demi keberlangsungan program wajib yang menyentuh masyarakat langsung.
Di balik kebijakan bertahap tersebut, pemerintah ingin memastikan proses berjalan transparan. Penunjukan kontraktor MYC berada di bawah kewenangan Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ). Ardiansyah menegaskan tidak ada ruang bagi intervensi.
“BPBJ harus menjaga kualitas seleksi. Jangan ada lagi masalah seperti yang pernah terjadi di proyek-proyek sebelumnya,” tegasnya.(ADV)
![]()


Tinggalkan Balasan