Sabtu, 25 April 2026

Sangatta Utara Hidupkan Kembali Pos Kamling: Mengembalikan Ruang Kebersamaan yang Lama Meredup

Infokaltim.com, Sangatta – Di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, Sangatta Utara memilih mengembalikan satu tradisi lama yang nyaris terlupakan: budaya ronda. Pemerintah kecamatan baru saja mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (pos kamling) di seluruh RT, bukan hanya sebagai penjaga malam, tetapi sebagai ruang memperkuat hubungan antarwarga.

Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menyampaikan bahwa pos kamling bukan sekadar bangunan kecil di sudut jalan. Ia adalah simbol kesadaran kolektif—tempat warga saling mengingatkan, berbagi cerita, hingga menjaga ritme hidup yang aman dan tenteram. Keputusan menghidupkan kembali pos kamling ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Kutai Timur, sekaligus dorongan agar solidaritas warga tidak pudar.

“Keamanan itu lahir dari kebersamaan. Pos kamling hadir supaya warga punya ruang untuk saling menjaga,” ucap Hasdiah.

Koordinasi lintas sektor pun digelar. Danramil, Polsek, tokoh masyarakat, hingga para ketua RT dilibatkan untuk memastikan ronda berjalan terarah dan tidak hanya tinggal wacana. Hasdiah menekankan bahwa pos kamling aktif dapat menjadi simpul komunikasi warga—tempat membangun kepercayaan dan memperkuat interaksi sosial yang sering terkikis kesibukan harian.

Instruksi ronda malam terstruktur bukan semata urusan keamanan, melainkan upaya menumbuhkan kembali budaya gotong royong. Dengan warga saling bertemu dalam jadwal ronda, ikatan komunal tumbuh, masalah lingkungan cepat terdeteksi, dan potensi gangguan dapat diminimalisir.

“Kami butuh partisipasi warga. Tanpa itu, pos kamling hanya jadi bangunan yang tidak bernyawa,” tegas Hasdiah.

Ia juga menggarisbawahi bahwa keamanan lingkungan yang kuat menjadi fondasi bagi berbagai program pemberdayaan lain, termasuk kegiatan pertanian pekarangan, pelatihan masyarakat, hingga gerakan pengolahan kompos. Semua upaya itu membutuhkan ruang yang kondusif untuk berkembang.

Meski fasilitas pos kamling sederhana, komitmen warga dianggap jauh lebih penting. Jadwal ronda, kesediaan hadir, hingga merawat fasilitas pos menjadi bentuk kecil dari kepedulian bersama. Beberapa RT bahkan mulai memperbaiki posnya secara swadaya, memasang lampu, memperbaiki bangunan, hingga membuat buku kontrol ronda.

Pemerintah kecamatan juga menggandeng unsur muspika untuk memastikan pembinaan dilakukan secara rutin. Dukungan ini diharapkan memberi motivasi tambahan bagi warga agar pos kamling tetap hidup, tidak kembali menjadi papan nama yang dibiarkan berdebu.

Hasdiah optimistis, ketika warga kembali menjadikan pos kamling sebagai ruang hidup, bukan sekadar formalitas, rasa aman dan kebersamaan akan tumbuh lebih kuat di lingkungan mereka.

“Kalau warga saling menjaga, Sangatta Utara akan jauh lebih harmonis. Pos kamling adalah awal dari iklim sosial yang sehat,” tutupnya.

Dengan semangat gotong royong yang kembali menyala, pos kamling di Sangatta Utara diproyeksikan menjadi pilar baru dalam menghadirkan lingkungan yang aman, rukun, dan saling menguatkan. Membangun keamanan, dalam pandangan mereka, bukan hanya tugas petugas—tetapi kewajiban bersama sebagai sebuah komunitas. (ADV)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini