Senin, 15 Juni 2026

Program Rp250 Juta per RT: Cara Kutai Timur Menguatkan Desa dari Akar

Infokaltim.com, Sangatta – Di tengah dinamika pembangunan yang terus bergerak, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menghadirkan langkah baru yang menyentuh langsung kebutuhan warga di tingkat paling dasar: lingkungan rukun tetangga (RT). Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes), program bantuan keuangan khusus desa sebesar Rp250 juta per RT diluncurkan sebagai upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus menurunkan angka kemiskinan secara nyata.

Kepala DPMDes Kutim, Muhammad Basuni, menyebut program ini sebagai bentuk intervensi pemberdayaan yang tidak hanya menyasar kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan sosial dan ekonomi warga. Dana tersebut dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari acara kebersamaan hingga kegiatan sosial yang melibatkan warga kurang mampu.

“Kalau ada acara di RT, misalnya makan bersama atau kegiatan lainnya, dana ini bisa digunakan. Sasaran utamanya adalah masyarakat miskin,” ujar Basuni. Melalui fleksibilitas pemanfaatan dana, warga diharapkan bisa merasakan manfaat langsung tanpa proses rumit.

Program ini juga menyasar pemenuhan kebutuhan dasar yang selama ini luput dari jangkauan pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Mulai dari penerangan jalan, pemasangan CCTV lingkungan, pembangunan pos kamling, hingga penyediaan air bersih dan tandon air—semuanya telah dirancang masuk ke dalam skema perencanaan.

“Ini untuk akselerasi kebutuhan dasar yang tidak bisa di-cover oleh pemerintah. Karena kalau warga butuh penerangan atau fasilitas keamanan, RT yang paling tahu kondisi di lapangan,” jelas Basuni.

Tak hanya fisik, aspek pemberdayaan ekonomi juga menjadi prioritas. Program ini membuka ruang bagi pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga penggunaan alat yang dapat membantu warga miskin memperoleh penghasilan yang lebih stabil.

Di sinilah peran RT menjadi sangat penting. Mereka diminta lebih selektif dalam memilih warga yang dilibatkan dalam pelatihan agar program ini tepat sasaran. “Kami berharap peserta pelatihan adalah orang-orang yang membutuhkan. Ini bukan sekadar mengikuti pelatihan tanpa tindak lanjut,” tegas Basuni.

Dengan hadirnya skema bantuan yang terstruktur dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, Kutai Timur berharap kesenjangan sosial dapat dipersempit secara bertahap. Setiap RT kini memiliki peluang lebih besar untuk membangun kemandirian dan memperkuat solidaritas antarwarga.

Program Rp250 juta per RT ini bukan sekadar angka dalam rencana kerja pemerintah. Ia adalah ruang baru bagi masyarakat untuk tumbuh, belajar, dan membangun lingkungan yang lebih aman, produktif, dan sejahtera—dimulai dari titik terdekat: rumah dan tetangga mereka sendiri. (ADV)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini