Sabtu, 25 April 2026

Arah Terang Kutai Timur: Upaya Bupati Ardiansyah Mempercepat Pemerataan Listrik Desa

Infokaltim.com, Sangatta – Di tengah luasnya bentang wilayah Kutai Timur, akses listrik tak sekadar fasilitas teknis, tetapi denyut kehidupan yang menentukan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga pergerakan ekonomi masyarakat desa. Karena itu, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, kembali menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk menghadirkan listrik merata hingga pelosok.

Dalam sebuah kesempatan, Ardiansyah meluruskan asumsi yang beredar mengenai jumlah desa yang tengah menunggu penyambungan listrik tahun ini. Bukan 13 desa seperti yang diperkirakan sebelumnya, melainkan 15 desa yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian. “Listrik itu bukan 13, tetapi 15 desa tahun ini. Insyaallah sedang berjalan, dan mudah-mudahan Januari sudah selesai,” ujarnya optimistis.

Upaya ini bukan sekadar rutinitas pembangunan, melainkan langkah strategis untuk membuka akses baru bagi ribuan masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan energi. Setiap desa yang tersambung listrik membawa dampak nyata: anak-anak dapat belajar lebih lama, UMKM bisa berkembang, dan layanan publik dapat bekerja lebih baik.

Namun, Ardiansyah tak menutup mata bahwa percepatan ini sangat bergantung pada kesiapan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pihak teknis. Pemerintah daerah, katanya, terus berada di garis depan mendorong percepatan tersebut agar tak ada lagi desa yang tertinggal dalam akses energi.

“Desa yang belum teraliri listrik tetap kita dorong. PLN sudah menambah 15 desa, bukan 13. Jadi kita terus minta PLN untuk segera menyelesaikannya,” tegasnya.

Di balik pernyataan itu, terlihat jelas keseriusan pemerintah untuk memastikan seluruh warga Kutai Timur mendapatkan hak yang sama atas energi. Upaya ini juga selaras dengan agenda pembangunan daerah dalam memperkuat infrastruktur dasar sebagai fondasi kemajuan jangka panjang.

Mereka yang tinggal di desa-desa terpencil kini kembali memiliki harapan baru. Kabel-kabel yang mulai terpasang dan tiang-tiang listrik yang berdiri satu per satu menjadi simbol perubahan: tanda bahwa roda pembangunan tak pernah berhenti berputar.

Jika semua berjalan sesuai rencana, Januari mendatang Kutai Timur akan memiliki daftar desa terang yang lebih panjang. Bagi Ardiansyah, itu bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan langkah nyata memuliakan masyarakat melalui pemerataan akses energi.

Di tengah tantangan geografis dan teknis, Kutai Timur menatap masa depan yang lebih bercahaya — dan terang itu dimulai dari desa.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini