
Program MYC Kutim Akan Dilakukan 2 Tahap Di Peiode Kali Ini
Infokaltim.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memilih strategi baru dalam menjalankan proyek pembangunan berskema multiyears (MY) dengan membaginya ke dalam dua tahap pelaksanaan selama periode 2025-2029. Keputusan ini diambil demi menjaga keseimbangan anggaran dan memastikan pembangunan lain tidak terdampak.
Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., menegaskan bahwa kebijakan pemecahan tahap MY bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan keputusan strategis berdasarkan kalkulasi kemampuan pendapatan daerah.
“Program MY ini memang kami desain dua tahun. Pendapatan kita harus menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan lain,” jelas Ardiansyah.
Ia menyebut bahwa skema ini telah dikonsep sejak awal. Multiyears tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada 2026–2027, kemudian dilanjutkan tahap kedua pada 2028–2029.
Menurutnya, menjalankan keseluruhan proyek sekaligus dalam satu rentang panjang berisiko membebani keuangan daerah secara drastis.
“Kalau tiga tahun sekaligus, anggarannya menumpuk dan bisa mengganggu program yang lain. Insyaallah skema dua tahap ini lebih aman dan terukur,” ujarnya.
Ardiansyah juga menyinggung soal pelaksana konstruksi. Ia memastikan bahwa penentuan kontraktor merupakan kewenangan penuh bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).
Pemkab, lanjutnya, hanya menekankan agar kontraktor yang terpilih benar-benar profesional dan tidak mengulang kesalahan yang sempat terjadi pada pembangunan sebelumnya.
“Kontraktornya nanti urusan PBJ. Kita hanya berharap yang bekerja nanti memang bertanggung jawab,” tegasnya.
Dengan skema MY yang lebih terkendali, Pemkab Kutim optimistis pembangunan tetap berjalan efektif tanpa mengganggu stabilitas fiskal daerah. Strategi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Kutai Timur terus menjaga ritme pembangunan tanpa mengorbankan kesehatan anggaran. (ADV)
![]()


Tinggalkan Balasan