Senin, 15 Juni 2026

Lewat Parkitmas, Bayi Pulang dari RS Sudah Kantongi Identitas Resmi

Infokaltim.com, Sangatta – Di Kutai Timur, kelahiran seorang bayi kini tidak lagi sekadar momen keluarga, tetapi juga menjadi pintu masuk revolusi pelayanan publik. Melalui inovasi terbaru bertajuk Parkitmas (Paket Identitas Kependudukan Masyarakat), Disdukcapil Kutim memastikan setiap bayi yang lahir langsung mendapatkan NIK dan akta kelahiran sebelum pulang dari fasilitas kesehatan.

Inovasi ini hadir menjawab keluhan klasik para ibu yang kesulitan mendaftarkan bayinya ke BPJS Kesehatan karena dokumen tidak tersedia. Parkitmas merombak proses tersebut dengan menghadirkan layanan cepat, digital, dan langsung bisa diakses dari puskesmas maupun rumah sakit.

Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menyebut Parkitmas sebagai bukti bahwa daerah juga bisa bergerak lincah dalam menghadirkan layanan publik yang manusiawi dan responsif.

“Ini bukan sekadar program. Ini cara baru memastikan hak identitas seorang anak terpenuhi sejak hari pertama,” tegasnya.

Melalui kerja sama dengan puskesmas, operator kesehatan kini memiliki akses sistem untuk memasukkan data kelahiran secara real-time, yang kemudian otomatis ditindaklanjuti oleh Disdukcapil tanpa harus menunggu berkas manual seperti sebelumnya.

Hasilnya, orang tua tidak lagi meninggalkan rumah sakit dengan pulang tangan kosong. Mereka langsung menerima dokumen resmi yang dibutuhkan untuk berbagai layanan, mulai dari jaminan kesehatan hingga administrasi pendidikan di masa depan.

Selain membantu keluarga, Parkitmas juga memperbaiki kualitas data kependudukan Kutim. Setiap kelahiran tercatat cepat, akurat, dan langsung terintegrasi dengan sistem nasional.

“Kelahiran itu menentukan arah perencanaan negara. Dengan data yang tercatat sejak awal, pemerintah bisa menyusun kebijakan lebih tepat,” ujar Jumeah.

Program ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Banyak orang tua menyebut Parkitmas membuat proses kelahiran menjadi lebih tenang karena administrasi tidak lagi membebani.

Dengan sistem yang terus diperkuat, Kutim kini menjadi salah satu daerah yang memperlihatkan bahwa inovasi pelayanan publik tidak harus menunggu kota besar—cukup keberanian untuk berubah dan mempermudah masyarakat

(ADV)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini