
Bupati Kutim Siapkan Skema Bantuan UMKM: Fokus pada Kebutuhan Usaha
Infokaltim.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali mengirim sinyal kuat bahwa kebangkitan ekonomi lokal akan menjadi fokus utama tahun depan. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memastikan bahwa program bantuan khusus bagi UMKM segera digulirkan setelah regulasinya rampung disusun.
“Sekarang masih susun Perbup-nya,” ujar Ardiansyah, menegaskan bahwa dasar hukum program tengah difinalisasi sebelum pelaksanaan.
Berbeda dari program bantuan massal yang sering bersifat seragam, Pemkab Kutim memilih pendekatan berbasis kebutuhan riil UMKM. Itu berarti bentuk bantuan belum dikunci: bisa berupa modal tunai, bisa berupa barang pendukung usaha.
“Kita belum tahu, entah berupa barang atau bantuan modal,” lanjut Ardiansyah.
Kepala Diskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, sebelumnya menjelaskan bahwa pemerintah tidak ingin salah sasaran. Pendataan sedang dilakukan secara detail—mulai dari sektor usaha, kapasitas produksi, hingga kebutuhan prioritas tiap pelaku. Besaran bantuan diproyeksikan berada di angka Rp25 juta per unit usaha, tetapi tidak dibagi rata per pelaku usaha. Penentuannya akan mengikuti analisis kebutuhan per jenis usaha.
Model ini dipilih untuk memastikan bantuan benar-benar menjadi stimulus yang mempercepat pertumbuhan, bukan sekadar angka di atas kertas.
Pemkab Kutim sendiri menyiapkan alokasi APBD khusus sebagai bukti keseriusan. Bupati menegaskan bahwa UMKM adalah poros ekonomi kerakyatan yang harus diperkuat, terutama di tengah dinamika perekonomian daerah.
Program bantuan ini juga diharapkan dapat memperluas pasar produk lokal, meningkatkan kapasitas produksi, serta menekan angka kemiskinan dengan membuka lebih banyak peluang usaha dan pendapatan baru.
Sambil menunggu Peraturan Bupati rampung, proses pendataan terus berjalan. Setelah aturan final, program akan digulirkan mulai tahun depan.
Pemkab Kutim berkomitmen melakukan monitoring dan evaluasi ketat untuk memastikan program berhasil dan tidak salah sasaran.
Dengan pendekatan berbasis kebutuhan dan dukungan anggaran yang memadai, Pemkab Kutim berharap skema bantuan UMKM ini tidak hanya menjadi intervensi jangka pendek, tetapi pengungkit ekonomi jangka panjang yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga, desa, hingga kecamatan.
Kutim kini menyiapkan fondasi agar UMKM tak hanya bertahan, tetapi naik kelas. (ADV)
![]()


Tinggalkan Balasan