
Cegah Gejolak Harga, TPID Kutim Siap Gelar Sidak Pasar
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) berkomitmen memperkuat pengawasan harga bahan pokok. Salah satu langkahnya melalui inspeksi mendadak (sidak) di pasar-pasar tradisional.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari aksi nyata TPID untuk menstabilkan harga dan melindungi kesejahteraan masyarakat. “Kita tidak bisa hanya duduk memantau grafik. Kita harus bergerak. Harus ada intervensi nyata supaya harga tetap stabil,” ujarnya saat menghadiri kegiatan High Level Meeting (HLM) TPID Kutim di Ruang Meranti, Kantor Bupati, Bukit Pelangi.
Mahyunadi menegaskan, sidak akan difokuskan pada pasar tradisional di Sangatta dan sekitarnya untuk memastikan harga sesuai kondisi riil di lapangan. “Besok kami akan turun langsung ke pasar-pasar tradisional untuk melihat kondisi harga riil di lapangan. Kita ingin pastikan harga stabil dan tidak ada yang bermain di tengah,” kata Mahyunadi.
Menurutnya, kebijakan pengendalian harga akan lebih efektif jika didukung perbaikan jalur distribusi dan komunikasi lintas instansi. Dengan begitu, kebijakan harga menjadi lebih adil bagi petani, pedagang, dan konsumen.
Langkah ini sejalan dengan prinsip 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, yang menjadi panduan utama TPID Kutim. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara pemangku kepentingan, termasuk pelaku distribusi, agar kebijakan intervensi dapat diterapkan tepat sasaran.
Sementara itu, kegiatan High Level Meeting yang difasilitasi Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten Kutim diharapkan menjadi momentum penting dalam penyusunan roadmap TPID Kutim tahun 2025–2027. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi panduan kerja tim dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Penyusunan roadmap TPID 2025–2027 merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Pemerintah berharap dokumen ini dapat mengidentifikasi titik-titik rentan yang kerap menjadi penyebab lonjakan harga serta memberikan arah yang jelas bagi intervensi kebijakan. (ADV/ProkopimKutim/IK)
![]()


Tinggalkan Balasan