Senin, 17 Agustus 2026

Disdukcapil Kutim–Bontang Kompak, Jumeah Tegaskan Pelayanan Warga Perbatasan Tetap Lancar

Infokaltim.com, Sangatta – Di tengah sorotan publik mengenai pelayanan administrasi kependudukan di wilayah perbatasan, Kepala Disdukcapil Kutai Timur, Jumeah, justru membawa kabar menenangkan. Ia memastikan bahwa hubungan antara Disdukcapil Kutim dan Disdukcapil Bontang berada dalam kondisi harmonis, jauh dari isu kerenggangan yang selama ini beredar.

“Kami sesama Capil tidak ada masalah. Antara Capil Bontang dan Kutim enjoy saja, fine saja,” tegasnya, menepis berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Menurut Jumeah, kerja sama kedua instansi selama ini bukan hanya basa-basi. Pertemuan rutin, koordinasi lapangan, hingga kunjungan resmi sudah berlangsung lama dan menjadi bukti bahwa administrasi kependudukan lintas wilayah tetap terkendali. “Saya tunjukkan fotonya bahwa kami sering bertemu dan kami baik-baik saja,” ujarnya.

Isu ketegangan kerap mencuat karena dinamika di Kampung Sidrap, kawasan yang secara administratif masuk Kutai Timur namun warganya didominasi pemegang KTP Kota Bontang. Kondisi ini, kata Jumeah, sudah berlangsung sejak dulu dan perubahan data dilakukan bertahap sesuai kesiapan warga.

“Warga Kampung Sidrap banyak yang ber-KTP Kutim, tapi mayoritas masih Bontang. Mereka pindah sedikit-sedikit,” jelasnya.

Meski demikian, Jumeah menegaskan bahwa tidak ada diskriminasi layanan, baik di Kutim maupun Bontang. Setiap warga yang memenuhi persyaratan akan tetap dilayani tanpa pengecualian. Hal ini penting untuk memastikan kepastian hukum dan kejelasan identitas masyarakat.

“Capil itu muara terakhir. Kalau semua sudah clear—batas, tempat tinggal—ya pasti kami layani. Tidak boleh menolak,” ungkapnya. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa instansi kependudukan harus menjadi pintu penyelesaian, bukan penghalang administrasi.

Menurutnya, Disdukcapil Bontang pun menerapkan prinsip yang sama. “Orang datang bilang mau pindah, ya dibuatkan pindah,” tambahnya.

Dengan penjelasan ini, Jumeah berharap masyarakat, terutama warga perbatasan, tidak lagi terjebak narasi keliru. Yang terpenting, kata dia, adalah memastikan data sesuai domisili dan prosedur berjalan sebagaimana mestinya—tanpa drama, tanpa saling menyalahkan, dan tanpa hambatan pelayanan.

(ADV)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial