Senin, 17 Agustus 2026

Disdikbud Kutim Maksimalkan SKB dan PKBM: Selamatkan Anak Putus Sekolah

Infokaltim.com, Sangatta  — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur mengambil langkah nyata untuk memastikan tidak ada anak yang terlepas dari pendidikan. Strateginya? Memaksimalkan peran Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai jaring pengaman bagi anak-anak yang sudah terlanjur putus sekolah.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa SKB dan PKBM akan menangani pendidikan non formal, mulai dari paket A, B, hingga C. Dengan pendekatan ini, anak-anak yang sempat berhenti sekolah tetap memiliki kesempatan memperoleh ijazah resmi, membuka peluang kerja, dan meningkatkan kualitas hidup.

“Kami ingin anak-anak Kutim memiliki akses pendidikan yang sama, meski mereka sempat terhenti di sekolah formal,” ujar Mulyono.

Program ini dirancang agar tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada keterampilan hidup dan kemampuan kerja. Anak-anak yang mengikuti SKB dan PKBM akan mendapatkan bimbingan lengkap, sehingga ijazah paket A, B, atau C benar-benar menjadi modal untuk masa depan.

Selain itu, Disdikbud Kutim menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga sosial dan komunitas lokal, demi memperluas jangkauan program. Semua layanan melalui SKB dan PKBM diberikan gratis, berbeda dengan lembaga swasta yang mungkin mengenakan biaya tambahan.

“Kalau lewat program pemerintah, pastinya gratis. Semua anak berhak mendapatkan pendidikan,” tegas Mulyono.

Dengan langkah ini, Disdikbud Kutim tidak sekadar menyelamatkan anak-anak dari putus sekolah, tetapi juga membangun kesempatan setara untuk semua anak Kutai Timur, dari kota hingga pelosok. SKB dan PKBM bukan lagi sekadar tempat belajar tambahan, tetapi menjadi pelita harapan bagi masa depan generasi muda Kutim. (ADV)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial