Sabtu, 25 April 2026

Kutim Gencarkan Edukasi TBC di Sandaran, Target Eliminasi Lebih Cepat dari Nasional

SANDARAN – Upaya pencegahan Tuberkulosis (TBC) di Kutai Timur (Kutim) semakin gencar. Edukasi digalakkan demi target Kutim bebas TBC pada 2030. Salah satunya, dengan kehadrian Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) dalam kegiatan Germas di Kecamatan Sandaran. PPTI memberikan penyuluhan kepada ratusan warga untuk mencegah penyakit menular tersebut.

Ketua PPTI Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, menyampaikan bahwa pencegahan membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat. Menurutnya, TBC masih menjadi ancaman kesehatan sehingga edukasi harus terus ditingkatkan hingga ke tingkat keluarga.

“Harus ada perencanaan hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Penyakit TBC ini sangat cepat menular, jadi jangan menunggu sakit untuk bertindak,” ucap Siti Robiah.

Ia menegaskan pentingnya disiplin meminum obat dan pendampingan dari kader TBC agar pasien tidak mengalami putus obat. “TBC bisa disembuhkan dengan sempurna asal rutin berobat. Kader-kader di kecamatan harus terus memberi edukasi dan mengawal agar TBC tidak menular,” ujarnya.

Sekretaris PPTI Kutim, Muhammad Yusuf, menambahkan, orang dengan gejala batuk lebih dari tiga minggu perlu diwaspadai dan harus segera diperiksa di fasilitas kesehatan. Pasalnya, satu orang pengidap TBC bisa menularkan ke lima belas sampai dua puluh orang lainnya.

“Kalau ada yang batuk lebih dari tiga minggu, berat badan menurun, nafsu makan berkurang, sering demam, itu sudah tanda-tanda TBC,” jelas Dokter Yusuf.

Ia juga memperingatkan bahaya resistensi obat akibat ketidaktuntasan pengobatan. Karena itu, pengidap TBC harus tuntas meminum obatnya. Tak boleh putus-putus.

PPTI Kutim menargetkan eliminasi TBC dengan memberdayakan kader desa. “Terima kasih kepada teman-teman PPTI dan Dinkes yang sudah hadir. Mari bergandengan tangan untuk mengawal pengobatan TBC agar bisa benar-benar hilang. Target nasional tahun 2030 Indonesia bebas TBC, dan saya berharap Kutim bisa lebih cepat dari itu,” pungkas Siti Robiah. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini