
Pemkab Kutim Perkuat Sinergi Cegah Inflasi Harga Pangan Lewat Gerakan Pangan Murah
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) bersama Bulog, Polres dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan digelar serentak di beberapa titik strategis wilayah Sangatta.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim, Noviari Noor mengatakan, GPM tidak hanya menjaga harga tetap terjangkau, tetapi juga memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong ketahanan pangan daerah.
Novi menjelaskan, program ini merupakan respons atas data Kementerian Pertanian dan Bulog yang mencatat stok beras nasional masih mencukupi hingga akhir tahun. Berdasarkan laporan terakhir dari Menteri Pertanian, masih ada sekitar 1,3 juta ton beras yang harus disalurkan hingga akhir 2025. “Oleh karena itu, pemerintah pusat mendorong percepatan distribusi agar stok tidak menumpuk dan masyarakat bisa memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya.
Kegiatan dipusatkan di Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan satu titik tambahan di depan Kantor Camat Sangatta Selatan. Beras, gula, dan minyak goreng dijual dengan harga jauh di bawah pasar. Di Polder Ilham Maulana, tercatat distribusi 4 ton beras, 1 ton gula, dan 1 ton minyak goreng, sementara di Sangatta Selatan, Polres Kutim menyalurkan 7 ton beras secara mobile.
Noviari menjelaskan, program ini juga merupakan langkah pengendalian inflasi daerah. “Inflasi kita tidak tinggi, tidak rendah juga, berada di papan tengah. Tapi program seperti ini penting untuk mencegah lonjakan harga, terutama menjelang musim penghujan dan akhir tahun yang biasanya menyebabkan gangguan distribusi,” terangnya. (ADV/ProkopimKutim/IK)
![]()


Tinggalkan Balasan