Sabtu, 25 April 2026

Gandeng Unmul, Pemkab Kutim Susun Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menggandeng Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda untuk menyusun Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati). Kolaborasi ini menjadi wujud keseriusan Pemkab Kutim melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mengembangkan kebijakan berbasis sains untuk menjaga kelestarian ekosistem daerah.

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tahap II yang digelar di Pelangi Room, Hotel Royal Victoria, belum lama ini menjadi ajang pertukaran gagasan antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Acara dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, yang menekankan pentingnya integrasi RIP KEHATI dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

“Rencana induk ini menjadi bagian penting dalam mengintegrasikan dokumen perencanaan lainnya sesuai amanah undang-undang. Kita cermati apa yang kurang, kita sempurnakan,” ugkap Noviari Noor.

Kepala DLH Kutim, Aji Widhaya Effendi, menuturkan bahwa penyusunan RIP Kehati dilakukan dalam kurun waktu empat bulan secara swadaya, dengan dukungan akademisi Unmul. Dokumen tersebut akan menjadi acuan pengelolaan terpadu keanekaragaman hayati di Kutim selama lima tahun ke depan.

“Output dari kegiatan ini adalah dokumen RIP Kehati yang berisi database dan master plan pengelolaan keanekaragaman hayati di Kutim,” jelas Aji.

FGD diikuti oleh 55 peserta dari berbagai elemen, menunjukkan sinergi kuat antar pihak dalam mewujudkan tata kelola lingkungan berkelanjutan dan ilmiah di Kutim. “Kami membutuhkan masukan dari hasil FGD agar dokumen induk ini dapat tersusun dengan baik,” pungkasnya. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini