Senin, 17 Agustus 2026

Ribuan Anak Ikuti Manasik Haji Akbar, Bupati Kutim Tekankan Edukasi Keagamaan Sejak Dini

SANGATTA – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Al-Faruq saat ribuan anak PAUD, TK, RA, dan SPS mengikuti Manasik Haji Akbar se-Sangatta Utara dan Selatan. Kegiatan bertema “Dengan Manasik Haji Kita Tanam Karakter dan Nilai-nilai Islami Sejak Dini” itu dibuka Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, bersama Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah dan Kepala Disdikbud Mulyono.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya mengenalkan ibadah haji sejak usia dini sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pemahaman agama. Ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi pembelajaran bagi orang tua dan guru.

“Pengenalan lebih dini kepada anak-anak kita ini sesungguhnya juga edukasi untuk kita semua, para orang tua dan guru, terkait pentingnya ibadah haji,” ujarnya.

Bupati memberikan apresiasi kepada IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia) Kutim yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Ia berharap materi manasik yang diterima anak-anak dapat menjadi bekal spiritual ketika mereka beranjak dewasa.

Selain itu, Bupati Ardiansyah juga kembali mencanangkan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun. Program ini memberikan akses pendidikan gratis bagi seluruh anak Kutim mulai PAUD hingga SMA, termasuk penyediaan seragam, buku, dan sepatu.

Menurutnya, orang tua wajib menyekolahkan anaknya, dan pemerintah siap memverifikasi apabila ditemukan anak usia PAUD yang tidak bersekolah. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah memfasilitasi seluruh kebutuhan dasar sekolah, sehingga kesadaran orang tua menjadi faktor penting.

Dengan kebijakan pendidikan dan penguatan karakter seperti ini, Pemkab Kutim berharap generasi muda Kutim tumbuh dengan nilai religius, disiplin, dan siap menghadapi masa depan. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial