Senin, 17 Agustus 2026

Program Sumur Bor TNI AD di Teluk Pandan Jadi Solusi Krisis Air dan Stunting

TELUK PANDAN – Di tengah cuaca panas dan tanah kering Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, muncul secercah harapan. Kodim 0909/KTM bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) meluncurkan Program Manunggal Air Bersih TNI AD, menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat sekaligus menekan angka stunting.

Program ini menjadi bagian dari instruksi Kepala Staf TNI Angkatan Darat dan dirancang menyasar wilayah-wilayah rentan kekeringan. “Kabupaten Kutim termasuk prioritas karena masih menghadapi tantangan air bersih. Sumur bor ini bukti nyata dukungan TNI bagi kesejahteraan warga,” jelas Dandim 0909/KTM, Letkol Ragil.

Sumur bor yang dibangun memiliki kedalaman 20 hingga 60 meter dan akan melayani kebutuhan 50 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa. Namun, manfaatnya tidak berhenti pada aspek air bersih semata. Program ini terintegrasi dengan upaya penurunan stunting melalui kerja sama dengan BKKBN.

“Program air bersih ini sangat berpengaruh dalam menekan angka stunting, dan akan kami sinergikan dengan program penyuluhan serta perbaikan gizi,” imbuh Ragil.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyambut positif langkah TNI AD tersebut. Ia menilai kolaborasi seperti ini sangat relevan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat. “Apa yang disampaikan oleh Pak Dandim akan kami tindak lanjuti. Pemerintah daerah bersama Kodim 0909/KTM siap memastikan masyarakat mendapatkan haknya atas akses air bersih,” ucap Ardiansyah.

Program ini menjadi simbol gotong royong antara pemerintah dan TNI dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi kehidupan yang lebih sehat di desa. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial