Minggu, 17 Mei 2026

Festival Budaya Ufah Masuk dalam Kalender Kegiatan Wisata Budaya di Kutim

KONGBENG – Nuansa adat Kayan Umaq Lekan menyelimuti Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, saat Festival Budaya Kayan Ufah 2025 resmi dibuka. Festival ini menghadirkan sembilan tarian otentik yang menggambarkan kekayaan filosofi dan spiritualitas masyarakat adat Kayan.

Tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan menjadi magnet wisata budaya baru di Kutai Timur (Kutim). Penampilan memukau para penari dengan busana tradisional, musik tabuh khas, dan gerak simbolik, berhasil memikat penonton dari berbagai kalangan.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman dalam pidato sambutannya saat membuka kegiatan ini, menyebut Festival Budaya Kayan Ufah sudah masuk dalam agenda tahuan pariwisata di Kutim. Ini karena Pemkab Kutim melihat festival budaya ini merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

“Jadi daya dukungnya juga kita berikan melalui anggaran pemerintah, melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan,” ujar Ardiansyah.

Di antara tarian yang ditampilkan, Hudoq Aruq, Hudoq Kitaq, Hudoq Kap, dan Hudoq Kuhau menonjolkan kedalaman makna kehidupan masyarakat Kayan—dari rasa syukur atas panen hingga ritual menjaga keseimbangan alam. Tarian Tingeang Urip dan Manuk Inuq melambangkan perdamaian serta kemakmuran yang menjadi cita-cita bersama.

Salah satu tokoh adat menegaskan bahwa Festival Ufah adalah ruang untuk meneguhkan identitas. “Inilah wajah budaya kita. Kalau tidak kita rawat, siapa lagi,” katanya.

Melalui penyelenggaraan rutin setiap tahun, festival ini diharapkan mampu memperkuat kebersamaan warga sekaligus memperluas potensi ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya lokal di Kutim. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini