Senin, 17 Agustus 2026

Festival Budaya Ufah Masuk dalam Kalender Kegiatan Wisata Budaya di Kutim

KONGBENG – Nuansa adat Kayan Umaq Lekan menyelimuti Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, saat Festival Budaya Kayan Ufah 2025 resmi dibuka. Festival ini menghadirkan sembilan tarian otentik yang menggambarkan kekayaan filosofi dan spiritualitas masyarakat adat Kayan.

Tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan menjadi magnet wisata budaya baru di Kutai Timur (Kutim). Penampilan memukau para penari dengan busana tradisional, musik tabuh khas, dan gerak simbolik, berhasil memikat penonton dari berbagai kalangan.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman dalam pidato sambutannya saat membuka kegiatan ini, menyebut Festival Budaya Kayan Ufah sudah masuk dalam agenda tahuan pariwisata di Kutim. Ini karena Pemkab Kutim melihat festival budaya ini merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

“Jadi daya dukungnya juga kita berikan melalui anggaran pemerintah, melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan,” ujar Ardiansyah.

Di antara tarian yang ditampilkan, Hudoq Aruq, Hudoq Kitaq, Hudoq Kap, dan Hudoq Kuhau menonjolkan kedalaman makna kehidupan masyarakat Kayan—dari rasa syukur atas panen hingga ritual menjaga keseimbangan alam. Tarian Tingeang Urip dan Manuk Inuq melambangkan perdamaian serta kemakmuran yang menjadi cita-cita bersama.

Salah satu tokoh adat menegaskan bahwa Festival Ufah adalah ruang untuk meneguhkan identitas. “Inilah wajah budaya kita. Kalau tidak kita rawat, siapa lagi,” katanya.

Melalui penyelenggaraan rutin setiap tahun, festival ini diharapkan mampu memperkuat kebersamaan warga sekaligus memperluas potensi ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya lokal di Kutim. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Widget Indeks

Wabup Kutim Mahyunadi saat senam bersama PGRI dalam kegiatan Jalan Sehat PGRI. Foto: Lintang/Pro Kutim *Jalan Sehat PGRI Kutim, Semangat Guru untuk Terus Berkarya dan Berinovasi* SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan jalan sehat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, Sabtu (8/8/2026) pagi. Mengusung tema “Guru Sehat, Kreatif dan Inspiratif Menuju Indonesia Hebat”, kegiatan tersebut diikuti keluarga besar PGRI Kutim, para guru, tenaga kependidikan serta peserta dari sejumlah kecamatan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan pembukaan, kemudian dilanjutkan jalan sehat, pembagian doorprize serta hiburan. Ketua Panitia Jalan Sehat PGRI Kutim, Mursalam, menyampaikan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan keluarga besar PGRI sekaligus memperingati dua momentum penting, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HGN 2026. “Patut kita bersyukur hari ini karena masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan kita, yaitu Jalan Sehat PGRI Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya dalam laporan panitia. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Badan Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim sekaligus Dewan Pembina PGRI Kutim Ahmad Masari, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung serta jajaran PGRI Kutim. Dalam sambutannya, Mahyunadi menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan kerja sama dalam mendidik generasi penerus. Ia menekankan, peran guru tidak sekadar mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan saya mengucapkan selamat kepada para guru yang tergabung dalam PGRI atas dedikasi, terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama ini mendidik murid-murid kita dengan baik,” kata Mahyunadi. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Karena itu, guru bersama orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak. “Baik tidaknya anak-anak kita, baik tidaknya masa depan bangsa kita, yaitu dititipkan pada guru,” tegasnya. Mahyunadi juga mendorong para guru untuk terus berkarya dan berinovasi, namun tetap berpegang pada aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar inovasi di lingkungan sekolah tidak justru menimbulkan persoalan baru. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Pemkab Kutim tengah merancang peningkatan kesejahteraan bagi guru. Menurutnya, peningkatan penghargaan terhadap guru dari sisi penghasilan menjadi salah satu hal yang perlu terus diperhatikan. “Kita dalam rancang-rancang. Pak Bupati sudah rancang-rancang, insyaallah tahun depan naik,” ujarnya. Ia berharap momentum HGN menjadi pengingat bagi seluruh guru untuk terus menjadi sosok yang dapat diteladani dan diidolakan oleh peserta didik. “Menjadi teladan dan menjadi idola bagi anak-anak murid kita, oleh karena itulah berikanlah contoh teladan yang baik bagi murid-murid kalian sekalian,” pungkasnya.(kopi17/kopi13)

Advertorial