Minggu, 26 April 2026

Dua Puluh Tahun PIKP Kutim, Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Produktivitas Tambang

SANGATTA – Persatuan Istri Karyawan PAMA (PIKP) Kutai Timur (Kutim) merayakan syukuran ke-20 tahun di GSG Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi. Perayaan yang menandai pentingnya kontribusi perempuan dalam ketahanan keluarga di tengah industri tambang dihadiri ratusan anggota dan pimpinan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) site KPCS. Acara diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng.

PIKP selama ini berfungsi sebagai wadah pendampingan keluarga, terutama bagi suami yang bekerja di area tambang. Tuntutan kerja yang berat, jam operasi panjang, hingga risiko keselamatan yang tinggi membuat dukungan keluarga menjadi bagian integral dari performa perusahaan.

Project Manager PAMA KPCS, Yudhi Mustari, menegaskan pentingnya kehadiran PIKP. “PIKP memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung para karyawan, terutama suami, agar bisa bekerja dengan penuh semangat dan tanggung jawab,” ujar Yudhi.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir bersama Ketua TP-PKK Siti Robiah, memberikan apresiasi atas peran perempuan yang telah menjadi penjaga keseimbangan rumah tangga dalam industri berat.

“Dukungan istri sangat berpengaruh terhadap semangat dan produktivitas suami. Ibu-ibu PIKP telah menjadi bagian penting dalam keberhasilan para karyawan ini,” tutur Ardiansyah.

Acara juga menghadirkan talkshow bertema kesehatan mental keluarga pertambangan. Para ahli menekankan bahwa stres kerja yang tinggi harus diimbangi dengan komunikasi keluarga yang sehat.

PIKP Kutim memasuki usia dua dekade sebagai pilar sosial yang menopang kehidupan pekerja tambang. Kiprah para anggotanya menegaskan bahwa keberhasilan industri tidak hanya bergantung pada alat berat dan teknologi, tetapi juga kekuatan keluarga di belakangnya. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini