Minggu, 26 April 2026

Dua Dekade Menunggu, Listrik Belum Mengalir ke Tepian Langsat

Redaksi Infokaltim Info Kaltim

 

Bengalon — Warga Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, masih hidup dalam keterbatasan kebutuhan dasar. Selama hampir 20 tahun, listrik, air bersih, dan penerangan jalan belum dinikmati secara layak. Kondisi ini menghambat aktivitas warga hingga ekonomi desa.

Dahri, warga Tepian Langsat, menjelaskan bahwa permohonan warga mengenai pemasangan jaringan listrik dan penyediaan air bersih telah berulang kali disampaikan kepada pihak desa dan instansi terkait. Namun, respons yang ditunggu tak kunjung ada.

“Warga akhirnya pakai genset dan panel surya. Biayanya tinggi, tapi lampu cuma redup,” ujar Dahri. Air bersih pun masih diperoleh dari sumber yang dinilai belum layak.

Selain minim infrastruktur dasar, warga juga menilai pengelolaan dana desa tidak transparan. Informasi penggunaan anggaran dinilai tidak disampaikan terbuka oleh Kepala Desa Tepian Langsat Zeky Hamzah. Mereka menilai kegiatan pembangunan tidak menyentuh kebutuhan paling mendesak.

Suara paling keras datang dari Komisaris Utama dan owner LBH Chakra News, Habibah binti Ganna, yang menilai penggunaan anggaran desa harus dipertanggungjawabkan secara jelas.

“Pendapatan desa miliaran rupiah. Tapi listrik dan air bersih saja tidak terpenuhi. Itu menunjukkan ada hal yang tidak berjalan dengan semestinya,” tegas Habibah.

Ia juga mempertanyakan perjalanan dinas kepala desa yang sering disampaikan sebagai kunjungan koordinasi, termasuk sampai ke luar negeri.

“Kalau perjalanan itu benar untuk kepentingan desa, harus ada hasil. Jangan sampai hanya menjadi pemborosan anggaran. Kades harus berani menjelaskan kepada warga,” lanjutnya.

Menurut Habibah, beberapa tokoh masyarakat telah meminta agar laporan penggunaan dana desa dibuka secara rutin dalam rapat terbuka dan dipublikasikan melalui papan informasi desa, namun belum direspons.

Pemerhati kebijakan publik sekaligus warga Tepian Langsat, Abdurrahman Daeng, menilai keterbukaan adalah kunci menjaga kepercayaan warga. Ia menegaskan bahwa listrik dan air bersih adalah fondasi pembangunan desa.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan PLN turun tangan untuk mengevaluasi persoalan ini agar solusi hadir segera. Warga berharap evaluasi terhadap pemerintah desa dapat dilakukan secara menyeluruh. Mereka menilai pemerataan pembangunan tidak boleh berhenti pada slogan, terlebih ketika kebutuhan dasar masyarakat masih belum terpenuhi. (ifg)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini