
Pertumbuhan Ekonomi Kutim Lebih Besar dari Nasional, Yusuf Silambi Soroti Soal Kesejahteraan
Infokaltim.com, Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Yusuf T Silambi menyoroti laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutim lebih tinggi yang dari pertumbuhan ekonomi Nasional, namun kesejahteraan masyarakat Kutai Timur masih rendah.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kutai Timur Tahun Anggaran 2024, yang di bacakan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, pada Rapat Paripurna, Selasa (18/3/24), menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur mengalami peningkatan menjadi 9,82 persen.
Angka ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya (2023) yakni 7,71 persen, berdasarkan informasi laman resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim pro.kutaitimurkab.go.id.
Sementara, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 adalah 5,03 persen secara tahunan (yoy). Angka ini lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,2 persen dan juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 2023 yang mencapai 5,05 persen.
Namun Kutim mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional dengan selisih mencapai 4,79 persen yang harusnya dibuktikan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat, tapi menurut Yusuf T Silambi kondisi lapangan menunjukkan keadaan sebaliknya.
“Di daerah-daerah kecamatan dan wilayah terpencil kesejahteraan masyarakat masih belum merata,” katanya.
Menurutnya, jika laju pertumbuhan ekonomi Kutim mencapai 9,82 persen, maka berdampak pada kehidupan yang baik, namun data menunjukkan tingkat kemiskinan masih cukup tinggi yakni 8,81 persen dari total jumlah penduduk serta tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 5,76 persen.
Yusuf T Silambi meminta pemerintah daerah untuk tidak terlena dengan peningkatan pertumbuhan laju ekonomi tersebut, namun juga harus memastikan kenaikan laju ekonomi sebanding dengan kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Maksudnya kesejahteraan harus merata di seluruh Kutim dan sebanding dengan 9,82 persen itu,” tandasnya.
![]()


Tinggalkan Balasan