Infokaltim.com, Sangatta – Di tengah luasnya wilayah Kutai Timur yang membentang dari pesisir hingga pedalaman, perjalanan menuju desa-desa terpencil selalu memiliki cerita tersendiri. Namun di balik jalan berlumpur, sungai yang harus diseberangi, dan jarak yang kerap memakan waktu berjam-jam, ada satu komitmen yang terus diperjuangkan pemerintah daerah: memastikan setiap anak, dimanapun ia lahir, dapat mengenyam pendidikan sejak usia dini.
Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 27 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang aktif beroperasi. Angka itu masih jauh dari kata ideal, mengingat jumlah desa di Kutim mencapai lebih dari 139.
“Paling tidak setiap desa kita harapkan memiliki PAUD,” ucap Ardiansyah—sebuah kalimat sederhana yang sebenarnya mengandung visi besar tentang masa depan generasi Kutai Timur.
PAUD, bagi Ardiansyah, bukan sekadar bangunan atau ruang bermain belajar. Ia menyebutnya sebagai fondasi peradaban. Di dalamnya, tumbuh nilai-nilai pertama yang akan menentukan siapa anak-anak ini dua puluh atau tiga puluh tahun mendatang—dari kemampuan motorik hingga karakter dan kecintaan pada belajar.
Karena itu, memperluas akses PAUD menjadi agenda wajib. Tidak peduli apakah desa itu berada di tepi Sungai Wahau, di balik perbukitan Kongbeng, atau di wilayah pesisir yang jauh dari pusat kota. Pemerintah ingin memastikan tak ada satu pun anak Kutai Timur yang tertinggal hanya karena jarak.
Bagi Ardiansyah, keberadaan PAUD di desa terpencil bukan hanya soal pendidikan. Ia menyebutnya sebagai indikator keberhasilan pembangunan manusia. Ketika PAUD hadir di desa yang paling sulit dijangkau, itu berarti infrastruktur, layanan publik, dan perhatian pemerintah juga telah menembus wilayah tersebut.
Harapan besar pun disematkan pada masa depan. Pemerintah daerah kini terus mendorong sinergi antara desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memperluas layanan PAUD. Sebab mencerdaskan generasi Kutim tidak bisa hanya mengandalkan bangku sekolah—tetapi membutuhkan ruang-ruang awal yang menanamkan dasar kuat sejak usia dini.
Di Kutai Timur, langkah kecil itu sudah dimulai. Dari 27 PAUD yang ada, pemerintah bertekad menggandakan jumlahnya hingga menyentuh setiap desa. Sebab bagi Ardiansyah, pendidikan anak usia dini adalah langkah pertama menuju Kutim yang lebih maju, berdaya saing, dan berperadaban.



Tinggalkan Balasan