Sabtu, 25 April 2026

Bupati Kutim Klarifikasi Keterlambatan Pembangunan APBD 2025: Efisiensi Jadi Biang Lambatnya Serapan Anggaran

Infokaltim.com, Sangatta – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, angkat bicara terkait keterlambatan pelaksanaan pembangunan dan serapan anggaran di APBD 2025. Ia menegaskan, penyebab utama keterlambatan adalah efisiensi anggaran yang dilakukan sejak awal tahun.

“Efisiensi anggaran sejak awal tahun memengaruhi jadwal pelaksanaan pembangunan, karena harus dilakukan pergeseran anggaran,” kata Ardiansyah.

Bupati menjelaskan, langkah efisiensi tersebut berdampak pada pelaksanaan program pembangunan yang tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana awal. Meski begitu, Pemkab Kutim tetap berkomitmen memanfaatkan seluruh anggaran yang tersedia.

“Kami tidak bisa melaksanakan program pembangunan sesuai rencana awal karena adanya efisiensi anggaran, tapi penggunaan anggaran tetap difokuskan untuk pembangunan Kutim,” tambah Ardiansyah.

Terkait kemungkinan munculnya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran), Ardiansyah memastikan anggaran tersebut tetap akan dimanfaatkan untuk program pembangunan pada penganggaran berikutnya.

“Jika ada SILPA, anggaran ini akan tetap digunakan untuk pembangunan Kutim. Tidak ada yang sia-sia,” tegasnya.

Ke depan, Pemkab Kutim menargetkan penyerapan anggaran lebih optimal, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik agar masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara nyata.

“Kami akan terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran, sehingga masyarakat dapat memantau pemanfaatan dana publik,” pungkas Bupati.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Kutim untuk tetap menjaga kesinambungan pembangunan meski menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

(ADV)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini