Sabtu, 25 April 2026

Polder Ilham Maulana Jadi Sorotan: Pemerintah Siapkan Penjaga Resmi untuk Hentikan Aktivitas Ngelem Anak di Bawah Umur

Infokaltim.com, Sangatta – Polder Ilham Maulana di Sangatta selama ini dikenal sebagai ruang publik dan titik pengendali air. Namun di balik fungsinya, kawasan ini kerap menjadi lokasi aktivitas ngelem oleh anak-anak di bawah umur. Fenomena inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengambil langkah tegas: membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus untuk mengawasi kawasan tersebut.

Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menegaskan bahwa UPTD yang akan dibentuk bukan hanya mengurus teknis polder, tetapi juga menjaga area agar tidak disalahgunakan. “Salah satu tugasnya adalah menjaga kawasan itu, terutama dari anak-anak yang suka ngelem. Jadi bukan hanya soal air, tapi juga keamanan,” tegasnya.

Melalui UPTD ini, kawasan Polder Ilham Maulana nantinya akan memiliki tim pengawas tetap, lengkap dengan kantor resmi yang akan dibangun setelah regulasi rampung. Pembentukannya ditargetkan dimulai pada 2026, usai pemerintah merampungkan kajian dan dasar hukum pendukung.

Langkah ini diharapkan menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat, mengingat aktivitas ngelem di area tersebut terus berulang dan memengaruhi keamanan lingkungan. Pemerintah ingin memastikan polder kembali menjadi ruang yang layak: aman, bersih, dan ramah keluarga.

Joni juga menekankan pentingnya peran masyarakat. Ia meminta pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan. “Kita harus merawat bersama. Kebersihannya jangan diabaikan,” ujarnya.

Ia turut mengimbau para orang tua untuk lebih peka terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak, mengingat sebagian besar pelaku ngelem adalah remaja di bawah umur. “Perhatikan ke mana anak pergi, apa yang dilakukan, dan dengan siapa. Teman itu sangat mempengaruhi perilaku,” pesannya.

Dengan pengawasan terpadu dan keterlibatan masyarakat, pemerintah berharap Polder Ilham Maulana benar-benar menjadi ruang publik yang aman, bebas dari aktivitas berisiko, dan bisa dinikmati seluruh warga Kutim. (ADV)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini