Sabtu, 25 April 2026

Kutim Tetapkan MYC 2026–2027: 18 Proyek Strategis Jadi Fondasi Pembangunan Dua Tahun ke Depan

Infokaltim.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama DPRD resmi mengunci kesepakatan penting: pelaksanaan Multi Years Contract (MYC) 2026–2027, sebuah langkah besar yang menandai fase percepatan infrastruktur di masa kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Kesepakatan ini bukan sekadar penandatanganan dokumen. Ia menjadi penegasan arah pembangunan Kutim yang mulai bergerak dari pola tahunan ke strategi jangka menengah. Ardiansyah menjelaskan, periode kepemimpinannya akan memuat dua gelombang MYC: gelombang pertama di 2026–2027 dengan 18 paket pekerjaan, dan gelombang kedua direncanakan menyusul pada 2028–2029.

“MYC kita lakukan dua kali. Yang pertama sudah kita susun 18 paket pekerjaan. Gelombang selanjutnya akan disesuaikan dengan kemampuan APBD,” jelas Ardiansyah seusai Paripurna DPRD, Jumat malam.

Gelombang pertama MYC ini memuat proyek-proyek vital, mulai dari pembukaan akses jalan antarkecamatan, pembangunan jembatan besar, hingga fasilitas publik baru yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

Di sektor konektivitas, pemerintah menggulirkan pembangunan dan rekonstruksi sejumlah ruas strategis seperti jalan Batu Balai, Ngayau–Mulupan, Manubar–Seriung, hingga Simpang Kelinjau–Senyiur, masing-masing bernilai puluhan miliar rupiah. Sejumlah jembatan utama pun ikut masuk daftar, seperti Jembatan Long Melah–Mara Haloq, Muara Bengalon, dan Tepian Langsat.

Tak hanya fokus pada jalan dan jembatan, MYC kali ini juga menyentuh pelayanan publik. Mall Pelayanan Publik, Gedung BLK Kutim, hingga pembangunan Makodim Sangatta Utara turut dianggarkan sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan layanan masyarakat.

Sektor air bersih dan pengendalian banjir juga menjadi perhatian, melalui paket pengembangan SPAM pedesaan serta peningkatan drainase Kabo dan Sepaso.

Sementara itu, proyek terbesar dalam daftar MYC ini adalah Kelanjutan Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan dengan pagu Rp150 miliar, proyek yang telah lama ditunggu masyarakat pesisir untuk mendorong aktivitas logistik dan ekonomi.

Dengan kesepakatan MYC 2026–2027 ini, Kutai Timur menegaskan orientasinya pada pembangunan berkelanjutan yang tidak lagi terjebak siklus anggaran tahunan. Pemerintah berharap, percepatan ini mampu menciptakan konektivitas baru, layanan publik yang lebih lengkap, dan daya saing daerah yang meningkat dalam dua tahun ke depan.

Kutim kini bersiap memasuki fase pembangunan intensif—fase yang akan menjadi landasan kuat bagi gelombang MYC selanjutnya. (ADV)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini