
Validasi Data ATS di Kutim Ungkap Realita Baru, Disdikbud Tekankan Pentingnya Pendataan yang Akurat
Infokaltim.com, Sangatta — Upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur untuk menelusuri angka Anak Tidak Sekolah (ATS) mulai menunjukkan perubahan signifikan. Dari data Pusdatin Nasional yang menyebutkan terdapat 13 ribu ATS di Kutim, hasil verifikasi di lapangan justru merilis angka yang berbeda: turun menjadi 9 ribu anak.
Alih-alih hanya menerima data pusat secara mentah, Disdikbud Kutim memilih mengambil langkah proaktif. Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa pendataan lapangan menjadi kunci dalam membaca kondisi pendidikan daerah secara jernih. “Data pusat belum sepenuhnya akurat. Setelah kami turun langsung, jumlah ATS sebenarnya 9 ribu,” jelasnya.
Gerakan validasi ini tidak dilakukan sendiri. Disdikbud menggandeng Disdukcapil, RT, hingga kader PKK untuk memastikan setiap nama dalam daftar benar-benar sesuai fakta lapangan. Bagi Mulyono, ketelitian pendataan bukan sekadar administrasi, tetapi pondasi kebijakan. “Kesalahan satu data bisa melahirkan arah kebijakan yang meleset. Itu yang ingin kami hindari,” tegasnya.
Validasi besar-besaran ini akan terus berjalan hingga akhir November 2025. Langkah ini diharapkan mampu memotret kebutuhan pendidikan Kutim dengan lebih presisi—mulai dari intervensi penyuluhan hingga program pengembalian anak ke sekolah.
Di tengah proses tersebut, Mulyono kembali menyerukan kolaborasi publik. Menurutnya, pendidikan tidak mungkin bergerak tanpa peran masyarakat. “Kami ingin semua pihak ikut terlibat. Pendidikan bukan hanya tugas pemerintah,” ujarnya.
Sejumlah strategi peningkatan kualitas pendidikan juga telah dijalankan, termasuk perbaikan kompetensi guru dan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di wilayah-wilayah tertentu. Fokusnya satu: menciptakan kesempatan pendidikan yang merata bagi seluruh anak Kutai Timur.
“Tak boleh ada anak yang terlewat. Semua berhak mendapatkan akses pendidikan yang sama,” tutup Mulyono.
![]()


Tinggalkan Balasan