Sabtu, 25 April 2026

Puluhan Sekolah di Sangatta Terapkan Pembelajaran UMI

Infokaltim.com, Sangatta – Di tengah arus digitalisasi pendidikan, Disdikbud Kutai Timur mengambil langkah yang dinilai banyak pihak menghangatkan ruang belajar: penambahan pembelajaran UMI di seluruh SD dan SMP negeri di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Sebuah keputusan yang bukan hanya soal kurikulum, tetapi juga soal identitas dan karakter generasi muda.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyebut ada sekitar 40 sekolah yang akan menerapkan pembelajaran UMI—sebuah metode mengaji yang menekankan kelembutan, bahasa ibu, dan pendekatan langsung yang mudah dipahami anak. “UMI adalah pendidikan mengaji khusus peserta didik Muslim,” jelasnya.

Namun kebijakan ini tidak berhenti di satu sisi saja. Mulyono menegaskan bahwa murid non-Muslim tidak akan ditinggalkan. Mereka tetap mendapatkan pembelajaran keagamaan yang sesuai keyakinan masing-masing, bahkan dengan guru khusus yang mengoordinasi. “Prinsipnya, semua anak mendapatkan pendidikan moral dan agama yang benar,” tegasnya.

Di balik keputusan tersebut, ada gagasan besar: menghadirkan kembali pendidikan spiritual di tengah sekolah-sekolah negeri yang selama ini lebih banyak fokus pada akademik. Pemerintah ingin memastikan peserta didik tidak hanya unggul secara pengetahuan, tetapi juga berkarakter dan punya pijakan moral yang kuat.

Disdikbud Kutim bahkan telah menjalin kerja sama dengan lembaga UMI dan instansi keagamaan demi memastikan program ini tidak asal jalan. “Kami ingin pembelajarannya berkualitas, tidak sekadar formalitas,” ujar Mulyono.

Metode UMI sendiri dikenal dengan tujuh tahap pembelajarannya—pembukaan hingga penutup—yang dirancang agar membaca Al-Qur’an terasa ringan dan alami bagi anak. Itu sebabnya banyak sekolah di Indonesia mulai mengadopsinya.

Mulyono mengajak orang tua ikut terlibat. Menurutnya, pembelajaran karakter tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. “Bagian keluarga tetap penting. Ajarkan juga di rumah,” pesannya.

Dengan penambahan pembelajaran UMI ini, Disdikbud Kutim berharap sekolah-sekolah negeri di Sangatta semakin lengkap: unggul akademik, kuat spiritual, dan seimbang bagi semua pemeluk agama. Sebuah formula pendidikan baru yang mencoba menyatukan keberagaman dalam harmoni kelas. (ADV)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini