
Disdikbud Kutim Eksekusi 10 Program Bupati
Infokaltim.com, Sangatta – Dari sekian banyak Organisasi Perangkat Daerah di Kutai Timur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menjadi salah satu instansi yang paling “sibuk” mengawal agenda besar Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi. Dari total 50 program prioritas pemerintah, 10 di antaranya berada langsung dalam kendali Disdikbud.
Namun bukan angka yang membuatnya menarik, melainkan cara Disdikbud mengubah janji menjadi aksi nyata.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa 10 program tersebut bukan sekadar daftar kegiatan, tetapi paket besar yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat—mulai dari pelajar, guru, hingga lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
“Kami punya 10 program unggulan yang betul-betul mendukung visi Bupati untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Mulyono, optimis.
Program-program itu mencakup berbagai kebutuhan pendidikan: beasiswa Hafidz/Hafidzah, angkutan bus listrik sekolah, beasiswa Kutim Stimulan dan Kutim Tuntas, perbaikan sarana pendidikan, hingga pemberian seragam, sepatu, dan buku gratis. Tidak ketinggalan, hibah Rp1 miliar untuk yayasan pendidikan agama serta insentif guru TK/TPA yang selama ini menjadi permintaan masyarakat.
Sungguh, daftar program itu memperlihatkan wajah pendidikan Kutim yang ingin bergerak cepat, modern, dan merata.
Tak hanya itu, Disdikbud juga terus mendorong kreativitas lewat Festival Seni dan Budaya serta memperluas akses pendidikan non-formal lewat model jemput bola, yang mendatangi langsung masyarakat yang sulit menjangkau layanan.
Mulyono memastikan bahwa semua program tersebut dirancang dengan satu tujuan: membuka jalan bagi masa depan anak-anak Kutim agar mereka punya kesempatan yang sama untuk berkembang. “Kami ingin masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung,” tegasnya.
Pemerintah daerah pun telah menyiapkan anggaran yang cukup untuk menggerakkan seluruh program tersebut. Dengan dukungan fiskal, Disdikbud tinggal memastikan kualitas pelaksanaan agar dampaknya benar-benar terasa.
Upaya peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidik juga menjadi fondasi penting. Sebab menurut Mulyono, pendidikan tidak hanya dibangun dengan bangunan baru, tetapi oleh para pendidik yang berdaya.
Dengan 10 program besar ini, Disdikbud Kutim menegaskan komitmennya: mendukung penuh visi-misi Bupati, meratakan akses pendidikan, dan memastikan Kutim melangkah menuju masa depan yang lebih cerdas. (ADV)
![]()


Tinggalkan Balasan