Sabtu, 25 April 2026

Resmi Dibangun, Nilai Proyek Pembangunan Gereja Toraja Rp 8,9 Miliar

 Infokaltim.com, Sangatta – Pembangunan Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta kini memasuki babak baru. Setelah sekian lama menjadi aspirasi masyarakat, fondasi harapan itu akhirnya ditegakkan melalui peletakan batu pertama, yang sekaligus menandai dimulainya proyek bernilai Rp 8,9 miliar dari APBD Kutim.

Berbeda dari proyek infrastruktur lainnya, pembangunan gereja ini membawa nuansa emosi tersendiri. Bukan sekadar bangunan, tetapi simbol pemenuhan janji pemerintah bahwa anggaran daerah harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

Plt Kepala Dinas PU Kutim, Joni Abdi Setia, menegaskan bahwa proyek gereja ini bukan hanya soal bangun-membangun. Ada komitmen kualitas yang dipertaruhkan. PT Karya Inti Bumi Konstruksi diberi waktu ketat—hanya 45 hari kalender—untuk menyelesaikan pekerjaan. Sementara kualitasnya dikawal ketat oleh Konsultan Pengawas, CV Kalticons Desain.

“Kami pastikan selesai tepat waktu, dan pengawasan melekat dilakukan setiap hari,” tegas Joni, memastikan tidak ada ruang untuk kelalaian.

Enggel lainnya datang dari Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang memandang pembangunan rumah ibadah ini sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan fisik dan spiritual masyarakat. Ia menilai gereja ini bukan hanya fasilitas, melainkan ruang bagi tumbuhnya kerukunan serta penguatan nilai-nilai sosial.

Karena itu, Ardiansyah meminta Dinas PU bertindak tegas dan teliti. “Awasannya harus ketat. Proyek ini untuk masyarakat, dan masyarakat berharap kualitas terbaik,” pesannya saat memberikan sambutan.

Joni merespons cepat. Ia menegaskan bahwa sinergi antara Dinas PU, kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas sudah terjalin sejak tahap awal. Semua berjalan dalam satu semangat: menghadirkan rumah ibadah yang kokoh, aman, dan layak menjadi pusat aktivitas jemaat.

“Ini aspirasi masyarakat. Kalau semua unsur bekerja bersama, hasilnya pasti baik,” ucap Joni, optimistis.

Pembangunan Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta ini sekaligus menjadi contoh bagaimana aspirasi yang direncanakan sejak lama akhirnya menemukan jalannya, berkat dorongan masyarakat, dukungan DPRD, serta realisasi anggaran yang tepat sasaran.

Dalam acara tersebut hadir unsur pimpinan DPRD Kutim: Ketua DPRD Jimmy, Wakil Ketua Sayid Anjas, serta anggota Dr Novel dan Davit Rante, menunjukkan bahwa proyek ini mendapat perhatian serius dari semua lini.

Ketika batu pertama telah diletakkan, bukan hanya konstruksi yang dimulai—tetapi harapan baru bagi masyarakat jemaat dan Kutai Timur seluruhnya. (ADV)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini