Sabtu, 25 April 2026

Dorong Sekolah Islam Jadi Model, Disdikbud Kutim Fokus Sempurnakan Fasilitas Pendidikan

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendukung pengembangan sekolah berbasis Islam. Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyampaikan pemerintah daerah ingin menjadikan sekolah-sekolah Islam sebagai model pendidikan modern.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat membuka Talk Show Serba-Serbi Mondok Santri dan Jejak Peradaban Islam di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim saat peringatan Hari Santri.

Menurut Mulyono, sekolah-sekolah dari organisasi besar seperti Muhammadiyah dan NU memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan kualitas peserta didik. Ia berharap sekolah-sekolah tersebut mampu menjadi contoh penerapan pendidikan yang terstruktur dan berdaya saing.

”Sekolah-sekolah yang mempunyai basis agama Islam, harus bisa dijadikan sebagai contoh atau model,” tegas Mulyono.

Untuk mempercepat pengembangan, Disdikbud telah meminta Muhammadiyah menyiapkan master plan pembangunan pendidikan Islam. Dokumen tersebut akan menjadi panduan dalam menyempurnakan fasilitas yang dibutuhkan, termasuk pembangunan MBS (Muhammadiyah Boarding School) Putra dan Putri.

Mulyono menjelaskan, progres pembangunan MBS berjalan sesuai rencana. Tahap pertama dengan anggaran Rp 1,8 miliar telah selesai dan tahun ini dilanjutkan ke tahap kedua. Ia meyakini pembangunan sekolah berasrama itu akan segera selesai sesuai target.

Jika diberi kepercayaan memimpin Disdikbud selama dua tahun lagi, ia menargetkan seluruh konsep pembangunan berbasis master plan dapat diselesaikan.

Ia mengingatkan agar pengurus Muhammadiyah tidak sungkan menjalin komunikasi aktif dengan Disdikbud. Menurutnya, kolaborasi dan koordinasi menjadi kunci agar pembangunan berjalan optimal.

”Jangan pernah bosan, jangan pernah sungkan untuk terus berkomunikasi, koordinasi dengan Dinas Pendidikan sehingga konsep pembangunan yang sudah kita rancang master plan kemarin bisa kita selesaikan,” pungkasnya. (ADV/ProkopimKutim/IK)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini