
Kebersamaan Jemaat dan Pemerintah dalam Acara Peletakan Batu Pertama Gereja Toraja JPS
SANGATTA – Ratusan jemaat Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta (GT JPS) larut dalam suasana haru dan sukacita saat berlangsungnya peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah baru mereka. Doa, kidung pujian, dan ungkapan syukur mewarnai momen yang digelar di lahan yang akan menjadi pusat kegiatan spiritual baru bagi umat.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya menekankan keberadaan rumah ibadah ini adalah cerminan dari kokohnya jaringan sosial masyarakat Kutim. Ia menyebut keragaman suku, agama, dan budaya bukan hanya realitas, melainkan kekuatan utama yang menopang pembangunan.
Ia melanjutkan dengan mengelola keberagaman potensi daerah secara arif. Dia juga bersyukur, Kutim dikaruniai multi modal. Kekayaan alam yang melimpah, sumber daya manusia yang unggul. Serta semangat gotong royong masyarakat. “Semua ini menjadi berkah yang harus kita kelola dengan bijak demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Ardiansyah turut menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kutim mencapai 10 persen. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pemerataan hasil pembangunan tetap menjadi prioritas agar manfaatnya dirasakan seluruh warga.
Pemerintah Kutim mengalokasikan lebih dari Rp8 miliar untuk tahap awal pembangunan GT JPS, khususnya fondasi dan kolom struktur. Total anggaran diproyeksikan mencapai Rp42–43 miliar dengan waktu pengerjaan tiga hingga empat tahun.
Ketua Panitia Pembangunan, dr Tity Novel Paembonan, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan berbagai pihak. Ia mengatakan peletakan batu pertama ini adalah momentum penting yang memperkuat komitmen pelayanan jemaat.
GT JPS dirancang untuk menampung hingga 2.200 jemaat, dengan dua akses utama melalui Route 9 dan Pongtiku yang juga sedang disiapkan bersama pemerintah desa, kecamatan, dan perusahaan lokal. (ADV/ProkopimKutim/IK)
![]()


Tinggalkan Balasan