Sabtu, 25 April 2026

Bupati Kutim Dorong Hilirisasi Sawit Agar Nilai Tambah Kembali ke Petani

MUARA ANCALONG – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mendorong Koperasi Perkebunan Sawit Rukmana Sari untuk berani naik kelas, tidak hanya berhenti di pengelolaan kebun, tapi juga bergerak menuju sektor pengolahan dan pemasaran produk sawit secara mandiri.

Hal itu disampaikan Ardiansyah saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Rukmana Sari Tahun Buku 2024 di Desa Senyiur, Kecamatan Muara Ancalong, beberapa waktu lalu.

“Kita ingin koperasi tidak hanya berhenti pada pengelolaan hasil kebun, tapi juga bergerak menuju pengolahan dan pemasaran produk secara mandiri, agar nilai tambah tetap berada di tangan petani dan masyarakat lokal,” tegasnya.

Ia menilai, koperasi memiliki posisi strategis dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan melalui penguatan kelembagaan dan kemitraan berkelanjutan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim Teguh Budi Santoso menambahkan, Rukmana Sari termasuk koperasi terbaik di Kutim karena dikelola secara profesional dan terbuka. “Rukmana Sari kini menjadi salah satu dari 58 koperasi terbaik di Kutim. Berdasarkan indikator pengelolaan profesional, keterbukaan, dan aktivitas riil yang berdampak langsung kepada anggotanya,” jelas Teguh.

Langkah hilirisasi yang didorong Bupati sejalan dengan rencana pengurus baru Rukmana Sari di bawah kepemimpinan Darli, yang berkomitmen mengembangkan produk olahan sawit dan menjajaki pasar digital.

RAT Koperasi Rukmana Sari tahun ini menjadi bukti bahwa koperasi bukan konsep lama yang ditinggalkan zaman. Justru di tengah tantangan global, koperasi seperti ini menemukan kembali relevansinya. Menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat di tingkat desa, berbasis solidaritas, keterbukaan, dan kerja sama. (ADV/ProkopimKutim/IK)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini