
Apresiasi Penulis Lokal, Pemkab Kutim Tegaskan Literasi sebagai Pilar Pembangunan SDM
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mengapresiasi para pegiat literasi di daerah. Dalam rangkaian HUT ke-26 Kutim, Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan penghargaan kepada tujuh penulis lokal, termasuk salah satunya Sahari Nor Wakhid, guru sekaligus sastrawan yang telah dua kali berturut-turut menerima apresiasi serupa.
Sahari dikenal sebagai figur penting dalam pengembangan literasi Kutim. Ia telah menulis sembilan buku tunggal dan berkontribusi dalam 46 antologi nasional. Beberapa karyanya seperti “Jeremba”, “Selebrasi”, dan “Perempuan yang Menuju Dermaga” memperlihatkan kedewasaan berpikir dan kepedulian sosialnya terhadap masyarakat daerah.
Selain aktif menulis, Sahari kini memimpin Komunitas Belajar ETAM Kutim. Komunitas ini menjadi wadah berbagi ilmu antarpendidik dan siswa, serta mendorong pelatihan menulis kreatif.
“Saya berharap penghargaan seperti ini dapat memacu masyarakat lain yang ingin berkarya lewat tulisan. Selian itu kami siap membagi inspirasi dan ilmu, termasuk melatih kemampuan menulis generasi muda jika diminta oleh pemerintah,” tambahnya, menunjukkan kesediaannya untuk mentransfer ilmu yang ia miliki demi kemajuan literasi daerah.
Pemkab Kutim menilai bahwa literasi merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia (SDM). Penghargaan kepada para penulis lokal menjadi simbol bahwa pembangunan Kutim tidak semata fisik, tetapi juga mencakup aspek intelektual dan kebudayaan.
Langkah ini sekaligus memperkuat visi pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, inovatif, dan berdaya saing tinggi di masa depan. Pemkab Kutim tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga serius dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui literasi dan seni. (ADV/ProkopimKutim/IK)
![]()


Tinggalkan Balasan